BERSIH- BERSIH MUSHOLA

BERSIH- BERSIH MUSHOLA

Apa tanggapan anda mengenai bersih-bersih mushola …????

Mungkin dalam pikiran sebagian orang, ngapain saya harus bersih-bersih mushola ..?? Itukan bukan tugas saya .
Mungkin sebagian orang lagi mungkin bilang, bersih-bersih memang sebagian dari iman, tapi buat apa saya harus bersihkan mushola yang gak ada manfatnya, lebih baik saya bersih-bersih kamar saya yang sudah jelas saya dapat rasakan ..

Kurang lebih seperti itu, tapi mudah-mudahan gak ada yang beranggapan seperti itu, mudah-mudahan itu hanya celotehan-celotehan yang lagi kerasukan setan.

namun, ada juga yang beranggapan bahwa , mungkin dengan bersih-bersih mushola saya akan mendapat pahala tapi sayang, saya tidak bisa hadir karna ada urusan yang lebih saya prioritaskan dulu.

Mungkin ada juga yang beranggapan, pengen saya bersih-bersih mushola tapi karna
Saya malu..

Ma’af, ya ,.,?? semoga allah mengampuni kita semua . Amiinnnn

Assalamualaikum wr. Wb
Bagi warga fkip unram atau teman-teman baik ( ikhwan/akhwat ) yang ane banggakan.
Mohon dibaca ya …???!!!!

Kamis, 09 mei 2013 kami semua anggota dan pengurus MT AL-KAHFI Dept. KESTARI mengadakan BBM (bersih-bersih mushola).
Bagi temen-temen yang gak dateng tadi, mohon agar BBM minggu depan diharapkan hadir karna ini adalah agenda rutin kita. Seperti kata sms yang ane dapet dari salah satu akh*** yang mengatakan “ lebih mulia mana bersih tempat ibadah umat islam daripada mengerjakan hal-hal lain yang gak bermanfaat “ kurang lebih seperti itu.

hemmm.. , sms’nya membuat hatiku terharu waktu baca sms itu “hic..hick.. hickk  merasa kasihan jadinya waktu baca sms itu , dan sedikit agak memaksa bunyi sms’nya .

share dulu ya …???
sebenarnya ana ada acara pembubaran panitia HMPS waktu itu, Tapi ane sadar klok Bersih mushola itu memang tugas kita sebagai kader dakwah, dan itu adalah ajang dimana kita tunjukkan kepada setiap orang-orang yang ada di lingkungan FKIP UNRAM ini . dan itu sebagai salah satu wadah kita untuk menebar kebaikan dan kebenaran islam.

Wahai ikhwan/akwat fillah !!! Perlu ane tegaskan lagi walaupun antum/a sudah mengetahuinya tapi hanya sekedar mengingatkan kembali bahwa kita adalah penerus generasi yang masih setia pada agama islam, menjunjung segenap apa yang dipertahankan rasullullah bersama sahabat dan sahabiyah waktu dulu. Dan kita sebagai geberasi penerusnya akan selalu pada jalan dakwah ini insyaallah.

Berawal dari bersih-bersih mushola, mudah-mudahan kita selalu membersikan hati-hati kita yang mungkin lagi galau mikirin kulyah, galau mikirin uang buat beli lauk besok, galau mikirin dakwah kedepannya akan seperti apa, dan galau mikirin gorengan tadi pagi yang terlalu sedikit dikasih oleh akhwat.

Astagfirullah,,, afwan ya para ukhti-ukhti yang i***-***t ,,???? Hehehe .. 

Tapi kita harus mengambil pelajaran dari hal sekecil seperti itu, bahwa kita harus bersukur, harus terima apa yang sudah dikasih. Karna dengan itu kita bisa bersabar menerima apapun yang akan terjadi kedepannya. Bagaimana mungkin kita bisa bersukur kepada allah atas nikmat yang allah berikan kalok bersukur dan berterimakasih kepada manusia saja kita tidak bisa. Itu perlu dipertanyakan oleh kita semua.
Cara kita bersukur kepada manusia ya seperti itu tadi, klok diberikan gorengan harus terima meskipun keliatan kurang, dan mengucapkan alhamdulillah.
Nah itukan bersukur atau berterimakasih kepada manusia, sekarang berterimakasih kepada allah ,, bagaimana caranya berterimakasih kepada allah,..?? Ya dengan membersihkan tempat ibadah umat islam yaitu bersih-bersih mushola. Kita minimal mengurangi sampah yang ada di sekitar mushola aja, dan allah mungkin sudah bangga, mudah-mudahan allah meridhoi kita semua mengenai apa yang sudah kita kerjakan . .,amiiiiiiiiiiiiinnn.
Ana pernah bilang sama co. Kestari ikhwan ,, saya bilang seperti ini,” mungkin ana tidak pernah bekerja seperti ini dirumah ana, ana memang orang miskin tapi gak pernah bersih-bersih halaman rumah apalagi bersih-bersih mushola seperti ini ”. Kemudian setelah beberapa menit setelah ana bilang seperti itu, co. Kestari ikhwan menanggapi perkataan ana tadi. Beliau bilang seperti ini , “ akhy, mungkin kita terlahir sebagai seorang anak yang miskin, tapi kita harus bangga pada diri kita karna tidak banyak orang yang melakukan ini pada dakwah terutama pada islam dan khususnya pada mushola ini. tapi berawal dari hal sekecil ini kita akan melakukan hal-hal besar kedepannya.
Nanti setelah ana punya istri dan anak, dan murid, ana akan mengatakan ini pada mereka,bahwa kalian harus berada pada jalan kebaikan.

Dan mantan ketua mt – alkahfi 2012 “ eko nugroho “ waktu selesai bersih-bersih mushola mengatakan bahwa ” kita tidak mencari hidup dengan dakwah ini, tapi kita yang menghidupkan dakwah ini..” Kurang lebih seperti itu.

Kepada CO. KESTARI ane ucapkan mantaaaaaappp akhy ,
Dan kepada EKO “ apa maksudnya”. Mungkin maksud beliau kita tidak makan minum didakwah ini, tapi kita yang memberikan makan , minum, dan menghidupkan dakwah ini.

baik, kepada teman-teman yang mau ikut BBB, besok kita buatkan sertifikat asal tetap hadir dalam acara BBM ini, tapi masak karna akan dibuatkan sertifikat kalian jadi mau hadir, janganlah seperti itu, kita itu adalah tonggak kehidupan dakwah ini, ikutlah berpartisipasi minimal datang buat ngankat-ngankat sampah lah, datang buat ngobrol masalah gimana menanggulangi sampah, gimana dakwah kedepannya seperti apa, seperti itu. talk a little bit to do more

Afwan ya, klok ada salah-salah kata, yang buruk/ salah hanya dari ana sendiri dan yang baik hanya dari ALLAH, kita hanya manusia yang tidak lupt dari dosa,, mudah-mudahan Allah mengampuni kita semua amiiiiiiiiiinn

Iklan
Gambar | Posted on by

PACARAN ISLAMI ?, APAKAH ADA ??

PACARAN ISLAMI ?,  APAKAH ADA  ??

PACARAN ISLAMI ?, APAKAH ADA ??

apa tanggapan anda mengenai pacaran …??
pasti dalam benak kita semua pacaran itu adalah sesuatu yang membuat hidup kita lebih bermakna, pacaran dapat membuat hati menjadi tenang, hidup, jiwa, energi, menjadi suasana yang indah bagai embun Warna senja menyapa bersambut musim yang dijalani bersama orang yang disayangi, bersama orang yang dicintai.
baik saya rasa semua itu sudah kalian alami sewaktu kalian pacaran, dari bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dari kesedihan yang amat dalam atau selalu terukuir kenangan yang tidak bisa digoreskan di buku gambar. semua itu tidak hanya engkau yang mengalami, dan merasakannya, tapi sudah saya alami pula.
Baik, mengenai pacaran ini sejujurnya saya baru tahu klok pacaran itu tidak boleh. Ahhhha… ???? !!!!!!
ohHh,,, ma’af, bukannya tidak boleh. pacaran itu boleh tapi setelah menikah.
dalam benak saya terlintas pertanyaan “ohh,, come on , kok seperti itu ..??? , kok kayak gitu …??,” semua pertanyaan dengan rumus 5W+1H Sudah saya lontarkan dan fikirkan dalam benakku.
dalam suatu pengajian yang diadakan MT AL-KAHFI oleh Dept. SYIAR Setiap hari Rabo sore lalu, atau dapat disingkat KRS (KAJIAN RABO SORE). disana saya dapat pemahaman mengenai pacaran ini. saya share sedikit ya …??????
allah swt berfirman yang klok tidak salah kutip, kurang lebih seperti ini, janganlah kalian berzina ataupun mendekati zina. sesungguhnya itu perbuatan dosa yang besar.:
“Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji ( fahisyah ) dan suatu jalan yang
buruk.” ( QS. Al Isra’, 32 ).

MA’AF ya klok kutipannya kurang lengkap, soalnya tidak hafal bunyinya, tapi mudahan kalian mengerti maksud saya itu.
nah teman-teman, kawan-kawan semua, sekarang saya jelaskan maksud ayat al Qur’an diatas bahwa pacaran itu tidak ada, pacaran itu hanya mengundang zina. baik tu zina mata, zina hidung, zina tangan, zina teling, zina apa lagi ya …?? pokoknya zina dah.

mendekati zina aja tidak boleh, apalagi berbuat zina,.. hemmmmm,,, islam itu memang detile sekali. sampai-sampai dari hal sedikitpun diatur dalam islam, sampai-sampai keluar- masuk WC aja kita diatur, tapi kita diatur karna demi kebaikan kita (umat manusia).

berbicara mengenai kajian sedikit, dalam kajian rabo sore (KRS) lalu, pematerinya adalah Ust. HUSNI MUBARAK, SPd dengan materi mengenai PACARAN ISLAMI …???? APAKAH ADA …????
pada waktu itu sebenarnya saya ada kuliah sore, tapi karna mendengar judul kajian itu, saya langsung ke mushola mengikuti kajian itu. dari judul materinya aja sudah penasaran
hemmm.. luar biasa seru waktu itu., sampai-sampai moderatornya yaitu akhy mulyono poetra sakit perut karna ketawa terbahak” ,, hehehhe  . ma’af saya bercanda kok, mulyono itu kalem orangnya.
beliau gak ketawa segitunya kok ,, hehehe 

tapi pokoknya waktu itu seru dah..
Ust. HUSNI pernah mengatakan kurang lebih seperti ini, pacaran itu tidak lebih hanya sekedar napsu belaka. bukan karna benar-benar cinta. “ sayang , adinda, dengarlah ini, gunungkan kudaki, lautan api kan kusebrangi, rumput-rumput kan ku cabuti, sawah-sawah kan kucangkuli asal kau jadi pacarku,,
hehhe …  lebay kan, apa itu gak nafsu namanya …??? itu bukan cinta.
karna cinta yang sesungguhnya adalah pernikahan. pernikahan adalah cinta yang sebenar- benarnya cinta bukan pacaran.

aduuuuuhhhh,, ma’af ya, saya sudah terlalu jauh berbicara mengenai hal ini, saya menulis ini bukan karna gak mau pacaran, bukan karna gak ada yang suka, bukan karna saya ikut salah satu organisasi dakwah, tapi ini benar-benar suatu kenyataan bahwa pacaran didalam islam itu tidak ada. ehh.. ma’af, pacaran itu ada namun setelah menikah (kecuali setelah menikah)
.
pernah saya tanya salah satu teman saya beliau bilang, pacaran itu membuat kita semangat, karna dengan pacaran itu kita jadi gak kesepian, ada teman chating, ada teman ngobrol, ada teman curhat.

aduuuuuuuuuuuhhhh ,, lagi-lagi itu alasannya.
semua itu bisa sama ALLAH yang menciptakan kita. jodoh itu sudah diatur jadi kita tidak susah-susah mikirin semua itu. kalau ada masalah ya kita cerita sama ALLAH, kalau kita sdih cerita sama allah, kalau lagi susah cerita sama allah. pokoknya allahlah segalanya.

pernah saya tanya Ust. diluar setelah acara KRS itu, “Ust. saya merasa belum puas dengan penjelasan ust. tadi mengenai pacaran,
“ust. itu kaget, .. “ apa!!!, kok bisa …??” dia bilang
saya tersenyum malu. .. begini ust. cobak jelaskan lebih konkrit lagi mengenai kenapa pacaran itu dilarang …???
jawaban beliau sungguh membuatku merasa terharu dan termangguk-mangguk “mengerti”

kalian mau tahu apa jawaban beliau …?????

jawabannya seperti ini, kalok dalam bahasa gerungnya seperti contoh cerita dibawah ini.
“ kenapa pacaran itu bahasanya dilarang, karna ada suatu kisah seorang suami istri yang sudah menikah. namun sebelum suami – istri ini menikah, si istri ini sudah merasakan yang namanya pacaran duluan sama laki-laki lain. pada waktu si istri ini pacaran dengan laki-laki lain berawal dari tukar-tukar HP, tidak puas hanya sekedar sms’n mereka ketemuan, tidak puas ketemuan ditempat terang, akhirnya ketemuan ditempat yang gelap. si istri ini pernah dipegang-pegang, pernah diperas-peras, pernah dicium, bahkan pernah ***** oleh laki-laki itu. namun setelah lama berhubungan sama laki-laki itu akhirnya berpisah karna sesuatu dan lain hal,
(” gak dijelaskan secara detile “) singkat cerita, akhirnya si wanita itu galau, merenung, menangis, gak keluar kamar, gak makan 5 hari 5 malam, dan begitu selama beberapa bulan.

tapi akhirnya ada seorang laki-laki yang melamarnya untuk menikah, awalnya sicewek ini tidak mau, sampai akhirnya dibujuk oleh keluarganya, namun setelah memikirkan dengan penuh pertimbangan, sicewek ini tidak mau terus-terus seperti itu yang galau, merenung, dan akhirnya dia membuka hatinya untuk orang itu dan akhirnya mereka menikah.

namun pernikahannya tidak berlangsung lama (bercerai), …
teman-teman penasaran kan ..?? kenapa mereka bercerai …???
ini jawabannya : karna mereka membanding- bandingkan suaminya dengan pacarnya. pada malam pertamanya, si istri ini merasa tidak puas dengan pelayanan suaminya. suaminya itu tidak seperti mantan pacarnya.

nah teman-teman, yang menjadi penyebab kita dilarang pacaran adalah karna ditakutkan nanti pas kita nikah kita dibanding-bandingkan sama mantan pacarnya (suami/istri) ,..
bukan karna itu aja, tapi masih banyak hal lagi yang menyebabkannya dilarang.

kembali ke laptop ,, ahh ,salah . kembali ke topik.
akhirnya saya cukup merasa puas dengan jawaban ust. tadi dan merasa dewasa menghadapi dunia ini tanpa ada namanya “pacaran”.

kalian tentu sudah merasa dewasa kan ….???
dewasa disini bukan berarti harus pacaran baru disebut dewasa. tidak,,, tentu tidak ….justru dengan pacaran kita menjadi kekanak-kanakan.

bukankah dengan melakukan apapun sendiri, mengerjakan apapun sendiri itu yang disebut dewasa.. ???
kalau pacaran sudah pasti ada undang-undangnya juga, mau inilah- mau itulah, harus inilah-harus itulah, gak boleh inilah- gak boleh itu lah… aduuuuuuuuuuuuuuuuuhhh .. ribet pokoknya. tapi masih saja kebanyakan orang tidak mengetahuinya, mereka hanya mengetahui enaknya pas pacaran itu saja, namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan perbuatan kita itu. boleh saja kalian menyukai sesuatu padahal ia sangat buruk bagimu, dan boleh saja kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu amat baik bagimu.
pokoknya menurut saya gak ada manfaatnya, tiap malam chating habiskan uang, tiap malam terbayang wajahnya sehingga gak bisa tidur nyenyak., aduuuuuuuuuuuuuuuhhh,, , padahal belum tentu si dia memikirkan kita juga.
dalam kajian rabo sore kemarin (KRS) disebutkan bahwa ternyata yang mencetuskan nama pacaran itu adalah syaitan bin arrajim. jadi mana ada pacaran islami padahal yang yang mencetuskan pacaran itu setan, dan sudah jelas bahwa setan itu adalah musuh kita (islam)..
apabila kita mengikuti suatu kaum maka kita termasuk golongan kaum tersebut. jadi kalau kita mengikuti setan berarti kita *********
hemmmm,… gak kebayang dah …
saya disini sebagai penulis tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya seorang manusia yang tidak luput dari dosa, begitupula anda, kalian semuanya. mudah-mudahan dosa kita diampuni-NYA.
namun kalian jangan salahy tangkap. allah maha pengampun tapi jangan melakukan dosa- dosa itu,,

https://hairulpgsd2b.wordpress.com/

Gambar | Posted on by | 4 Komentar

SUDAHKAH KITA MEMBERIKAN WAKTU TERBAIK UNTUK ALLAH ?

SUDAHKAH KITA MEMBERIKAN WAKTU TERBAIK UNTUK ALLAH ?

Hari ini saya lagi mengerjakan tugas nih teman-teman. Ada tugas yang harus segera saya selesaikan dan saya kebagian tugas mengumpulkan file-file yang sudah ada di internet yang lain. Saat mengerjakan makalah ini, ada satu kejadian yang menarik dan memberi pelajaran yang berharga buat saya.
Saat itu saya baru saja mendownload file makalah yang dari internet. Saya harus segera menyatukan file-file tersebut menjadi sebuah makalah yang utuh. Ketika makalah itu sudah hampir selesai saya kerjakan, adzan pun terdengar dari masjid dekat rumah. Setiap kali adzan berkumandang, saya selalu teringat dengan pesan Bapak untuk menunaikan sholat tepat waktu. Saya selalu berusaha menjalankan nasehat dari Bapak (walaupun kadang masih suka telat, tetapi saya berusaha untuk selalu tepat waktu menunaikan sholat lima waktu). Saat mengerjakan tugas itu, saya sebenarnya sudah mau beranjak meninggalkan laptop. Tetapi saya berkata dalam hati, “Sedikit lagi deh.” Saya pun melanjutkan mengerjakan tugas yang sudah hampir selesai. Saat saya ingin meng-copy file dari internet , tiba-tiba mati lampu dan saya belum menyimpan file yang tadi saya kerjakan sementara saya melepas baterai laptop saat mengerjakan tugas tersebut. Saya hanya terdiam melihat kejadian tersebut. Saya tak bisa lagi berkata-kata dan dalam hitungan detik listrik kembali menyala. Saya pun segera memasang baterai laptop dan menyalakan laptop kembali. Saya berdoa semoga file yang saya kerjakan tadi tersimpan. Soalnya ada satu file transletan yang memang belum sempat saya simpan. Saat laptop sudah menyala, saya langsung mengecek file saya di recent document. File makalah yang saya edit, Alhamdulillah masih tersave, tetapi file yang lain tidak tersimpan karena saya memang belum sempat menyimpannya.
Hhhheeemmm, saya pun meninggalkan laptop dan buku-buku yang ada. Saya bersegera mengambil air wudhu dan menunaikan shalat.
Satu lagi pelajaran yang berharga buat saya hari ini. Saya teringat dengan pesan Bapak lagi, “ketika engkau selalu mendahulukan Allah, ketika engkau selalu memberikan yang terbaik untuk Allah, maka Allah pun akan mendahulukanmu dan memberikan yang terbaik untukmu.”
Terkadang kita suka mengeluh kenapa ya rezekiku sedikit, kenapa hasilnya tidak maksimal dan tak seperti yang kuharapkan, dan masih banyak lagi kalimat protes yang mungkin pernah kita lontarkan. Namun, pernahkah kita bertanya pada diri kita, “Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk Allah? Sudahkah kita memberikan waktu terbaik kita kepada Allah? Atau selama ini kita hanya memberikan sisa-sisa waktu kita kepada Allah?”
Kata Ustadz Yusuf Mansyur, “Ketika kita memberikan sisa-sisa waktu kita kepada Allah, maka Allah pun akan memberikan kita sisa-sisa. Karena itu, kita seharusnya memegang prinsip ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS.”
Saya bersyukur dengan semua pelajaran yang diberikan oleh Allah hari ini…
Saya bersyukur karena saya hanya kehilangan file…
Saya selalu berdoa agar saya tidak kehilangan iman…
Saya selalu berdoa agar saya tidak kehilangan cintanya Allah…
Wallahu a’lam bi shawab… ^_^

Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya…
Dan derajat yang setinggi-tingginya…
Bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan dakwah…
Jika ujian dan cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja…
Tentu kita tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat…
Disitulah letak hikmahnya, yakni bagi seorang Da’I…
Harus bersungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini…

Perjalanan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azzam yang lemah, dan pengorbanan yang sedikit…
Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang nanti akan bertanggung jawab bila semua pihak menghindar?
Biarlah Saya yang menanggungnya, semua atau sebagiannya…
Saya harus mengambil alih tanggung jawab ini dengan kesedihan yang sungguh…
Seperti saya menangisinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di mata air peradaban yang modern ini…

Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi…
Semangat juang yang tak pernah pudar…
Ajaran yang mereka bawa tetap bertahan melebih usia mereka…
Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tidaklah panjang…
Tetapi cita-cita, semangat, dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka…
Apa artinya usia panjang, namun tanpa isi…
Sehingga kita hanya bisa diingat oleh tiga baris kata yang dipahatkan di nisan kita…
Si Fulan, lahir tanggal sekian-sekian, dan wafat tanggal sekian-sekian…

Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasn berpikir yang luas dan mulia…
Manusia yang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian…
Tetapi anjing yang berada di dekat cincin berlian, tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian tersebut…
Dia akan berlari mengejar tulang lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya…

Berapa banyak orang menguasai ilmu serta dikenal sebagai ilmuawan, ulama atau da’i…
Namun kehilangan potensi hati nurani…
Mereka yang hanya mengejar dunia yang memiskinkan rakyat dan menguras kekayaan bangsa untuk kepentingan sendiri…
Adalah anjing yang bercebur di telaga bening karena kebodohannya menerkam bayangan dirinya sendiri…

Kalau hanya berdakwah, kita memang bisa…
Tetapi apakah kita bisa cinta dengan dakwah?
Cinta itu butuh pengorbanan, waktu, tenaga, dan harta…
Allah telah menggiring kita pada keimanan dan dakwah saja merupakan suatu kebahagiaan besar…
Apakah pantas kita mengharap imbalan yang lebih dari itu?
Apalagi berupa jabatan, kesenangan, atau kemewahan ?

Ada jutaan tipu daya yang akan menyerang…
Musuh bukanlah yang bersenjata misil tetapi bisa jadi diri kita sendiri…
Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia…
Bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh…
Dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian…

Kematian hati…
Banyak orang tertawa sedang maut mengintainya…
Banyak orang yang cepat datang ke shaf shalat, tetapi ternyata cepat pula dia pergi…
Dingin…
Tanpa penghayatan…
Banyak orang yang sedikit beramal, tapi disebut-sebutnya banyak sekali…
Merendahlah…
Engkau kan seperti bintang-gemintang…
Berkilau dipandang orang di atas riak air dan sang bintang pun jauh tinggi…
Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit, padahal dirinya rendah…

#Film Sang Murabbi…
Mengenang Ustadz Rahmat Abdullah…
Kita tak berpisah, tapi kita hanya mempersiapkan suatu pertemuan yang kekal…
Keep Istiqomah… 

Gambar | Posted on by

“AKU TAKUT WAKTU-WAKTU ITU”

Kadang ketika larut malam aku berbaring, merenung dan terjaga, bukan karna memikirkan cewek, bukan karna memikirkan apa yang bisa dimakan besok, bukan memikirkan apa yang akan saya lakukan besok. tapi saya melihat dan memikirkan lampu dalam kamarku.
Dia terang dalam sunyinya malam yang damai. aku befikir apakah besok hidupku ini akan secerah dan seterang lampu itu, aku tidak bisa membayangkannya. timbul pertanyaan dalam benak, jika hari esok tak pernah datang padaku bagaimana ya …??

Lalu kumatikan saja lampu dan berbaring dalam gelap.
Tiba-tiba ada yang terlintas dalam pikiranku lagi, bagaimana jika aku tidak pernah bangun di pagi hari, apakah hidupku juga akan segelap yang ada dikamarku. aku merasa takut sekali. pada waktu itu aku tidak bisa tidur.
apakah kalian meragukan tentang yang kurasakan, kukatakan dan kutulis ini tentang hal itu di hatiku, dibenakku, dan fikiranku… ?

Jika esok tak pernah datang…
Apakah anda pernah membayangkan tentang apa yang ku bayangkan saat ini. orang- orang yang tersayang mungkin tidak akan tahu betapa merasa takutnya kita ketika seandainya kita dikasih tahu oleh malaikat, besok pagi kalian akan meninggal dunia ?
astagfirullah,,,.. saya tidak bisa bayangkan..

Apakah kalian sudah mencoba segala cara untuk mengekspresikan hidup anda setiap hari dengan suatu yang bermanfaat, bahwa hidup ini begitu kau cintai, begitu kalian nikmati, dan begitu ingin hidup selamanya bersama orang-orang yang menyayangi kita ?
Dan jika waktu kita di bumi telah habis, dan mereka orang-orang yang tersayang harus menghadapi dunia ini tanpa diri kita, apakah cinta yang kita berikan di masa lalu akan cukup untuk mereka bertahan ?

Jika esok tak pernah datang…
Aku sudah pernah kehilangan orang-orang yang kucintai dalam hidupku. Siapa yang pernah tahu betapa aku mencintai mereka ?. Sekarang aku hidup dengan penyesalan, bahwa perasaan yang sebenarnya untuk mereka tidak pernah kuungkapkan. Jadi sekarang aku berjanji untuk diriku sendiri, untuk mengatakan setiap hari betapa ia (ibu, bapak, adik) sangat berarti bagiku. Dan menghindari keadaan di mana tidak ada kesempatan kedua untuk mengatakan padanya bagaimana yang kurasakan.
Jika esok tak pernah datang… apa yang dapat kita perbuat ..?? , tentunya hanya bisa melihat jenazah yang terbujur kaku tak berdaya, dan tidak bisa apa-apa lagi .
Jadi, katakanlah kepada seseorang yang Anda cintai, tunjukkan sikap bahwa kamu mencintainya. Ekspresikanlah cintamu kepadanya. Pikirkanlah…, jika esok tak pernah datang.

Setiap kali kamu bangun tidur yang terucap hanya kalimat syukur Karna Allah masih mengizinkanmu menatap fajar Merasai hembusan bayu pagi yg menyusup celah jendela Tak ada yg berubah, Semuanya masih seperti sediakala Kemudian kamu meneruskan perjalanan kehidupan dan berdoa dengan harapan agar selamat sampai tujuan. Dengan bimbingan-Nya kamu tidak pernah salah melangkah
Tak melihat yg dilarang, tak menjamah yang tidak halal Tak menjamah yg bukan hak, dan tak mendengar yang batil Karena sadar atau tidak setiap waktu yg dilewati Pasti akan diminta pertanggung jawabannya diakhirat nanti dan semua lika-liku perjalanan kehidupan yg dilalui Begitu juga seluruh panca Indera yang telah dimilikin akan berbicara apa adanya tanpa sedikit pun ditutup-tutupi
Setiap hari menangis dan memohon Ridha-Nya tetapi setiap hari juga melakuakn kesalahan yg sama . Hari ini berbuat dosa,esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata, menyusun kalimah doa, menganyam permohonan semoga Allah menghapuskannya Sahabat, Jangan bertangguh lagi. Bisa saja sedetik kemudian Kita tak lagi sempat memohon Ampun atas dosa yg kita lakukan Lupakah kita bahwa waktu begitu cepat berlalu tanpa kita sadari Lupakah kita bahwa menyesal di akhirat sedikitpun tidak berarti Bagaimana Jika hari esok tak pernah datang? Padahal seharian berenang dilautan dosa. Dan belum sempat meminta ampunan kepada-Nya. Bagaimana Jika mata ini tak terbuka setelah sepanjang malam terlelap? Bagaimana jika keriangan bersama keluarga semalam
adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok hari Roh itu menangis bersedih melihat jasad yg terbujur kaku berselimut putih Banyak manusia yang takut kepada Sang pencipta setelah melihat dosa2 yang dilakukan orang lain Tetapi tidak melihat dosa2 yang dilakukan sendiri. Siapa di antara kita yang kuat menahan malu,
andai tahu senarai kesalahan, kederhakaan, kemaksiatan dan pelanggaran yang telah dilakukan? Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina
jika mengetahui catatan perilaku buruk yang sudah dilakukan? Hidup yang kita lalui ini terlalu singkat. Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang? Wahai sekalian hamba Maha Pencipt Mari tadahkan tangan, kita sama-sama berdoa Ya Allah, jadikan kedudukan batinku lebih baik dari pada kedudukan lahirku Aku berlindung dari menganggap diriku besar tapi engkau menganggapku begitu kecil ya Ghoffar..
YA Allah AKU BERLINDUNG DENGAN REDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI AZAB-MU”

Gambar | Posted on by

aKHWaAaooooooOOoowwWW,,,

*CURHAT dulu TENTANG MUSLIMAH BERKERUDUNG*
Ini adalah unek-unek saya yang banyak dikecewakan oleh performa para muslimah yang nampak di depan kedua biji mata saya sehari-hari. Di tengah kegembiraan banyak orang yang melihat kerudung pada saat ini menjadi trending fashion banyak muslimah, saya sebenarnya gemas, kecewa, galau dan marah, tapi juga bingung.
Pangkal kekecewaan saya adalah soal kesenjangan antara kerudung dengan gaya hidup mereka. Mengapa banyak muslimah yang berkerudung sekedar puas dengan berkerudung. Seolah-olah kerudung itu sudah babak final dalam penampilan dan lifestyle, kenapa mereka tidak mau meningkatkan kepribadian mereka, pemahaman mereka dan menjaga diri mereka? Kenapa? Kenapa? Please, somebody help me!

Coba, pembaca pikirkan, bagaimana saya tidak bingung melihat seorang muslimah berkerudung tapi body mereka tampak melendung-melendung. Wajah manis berkerudung dalam balutan kemeja ketat yang kancingnya seolah mau meloncat karena ketarik bodi mereka yang sudah baligh, dan panggul ke bawah dililit jeans ketat – malah ada juga yang nekat pake legging (gubraaag) – sehingga ‘aset nasional’ mereka dikibarkan ke mana-mana. kawannnn….! Maaf kalau saya sarkastis, tapi Anda ini kan muslimah, bukan hewan qurban yang dinilai dari bobot badan dan kemontokan tubuh. Sapi dan domba qurban sengaja di-display-kan dengan vulgar di pinggir jalan agar orang-orang yang mau berkurban ngiler untuk membelinya dan mengurbankannya untuk fakir miskin.

Tapi anda kan muslimaaaah, bukan kambing qurban. Semakin Anda tertutup semakin ‘mahal’ harga anda di hadapan Allah, beda dengan hewan qurban yang semakin nampak sintal bodinya makin mahal harganya. Pahamkah kekesalan saya, mbak broo ?! Ini bukan berarti saya ini maho atau cowok KW. Bukan. Saya pria tulen.

Saya senang dengan kecantikan dan keindahan wanita karena itu kodrat saya, tapi kan Allah melarang saya meneropong tubuh kalian dari ujung rambut ke ujung jempol.

Jadi, please, saya minta kerja samanya, jangan bikin hidup saya yang susah jadi tambah susah. Kalau memang anda cantik dan punya penampilan berkelas biarlah suami anda saja yang nanti berhak untuk melihatnya. Saya masih lelaki dan saya masih takut nambah saldo dosa. Pakaian anda bila keluar rumah adalah kerudung dan baju panjang yang kita sebut jilbab. Itu yang diperintahkan Allah kepada anda dan yang sekaum dengan Anda. Kalau anda senang dengan tank top, body doll, mini skirt, atau hotpants ya silakan dipakai di balik jilbab anda. Tidak usah saya diajak mengintip semuanya.

Saya juga gerah dan marah kala menyaksikan ada remaja berkerudung jadi alay-alay di layar kaca. Entah di acara t**** p****, atau yang sejenisnya. Sama saat saya juga geli dan ketawa garing ngeliat kalian-kalian berkerudung ngantri tiket s*****

Tapi bukan soal itu saja yang membuat emosi saya kadang meradang melihat anda dan teman-teman anda. Ada soal lain yang saya terus terang gerah dan jadi garang. Apa? Pacaran! Saya sering geleng kepala kalau sudah melihat cewek berkerudung – apalagi berjilbab – berasyik masyuk dengan cowok yang bukan mahram dan suami juga bukan. Boleh percaya atau tidak, ukhti, saya pernah mendamprat – ini mungkin terlalu dramatisasi, tepatnya mempermalukan – sepasang kekasih di dalam angkot. Keduanya siswa almamater sekolah saya. Tapi yang bikin kepala panas adalah ceweknya berkerudung rapih dan cowoknya berjenggoooot (saya saja sampai sekarang belum sukses menumbuhkan jenggot!) Keduanya duduk di pojokan angkot dan tangan tuh cewek ada dipangkuan cowoknya sambil diremas-remas. !Astaghfirullah al-‘azhim!“Udah nikah, belum?” tanya saya panas.“Eh, belum, Pak?” jawab tuh cowok blingsatan sambil melepaskan tangan ceweknya. Untung nggak dilepaskan dari persendian badannya. Bla, bla, bla, saya nasihatin mereka berdua. Entah keduanya paham omongan saya atau tidak. Entah setelah itu mereka bubar pacaran atau malah menganggap sikap saya sebagai ujian.

Di mana-mana saya sering lihat akhwaoowww berkerudung berasyik masyuk dengan pacar-pacar mereka. Di atas motor Kawasaki Ninja yang keren ada akhwaoow yang lengket ke punggung cowoknya ( jadi ingat seseorang…siapa ya…).
Karena tuh motor Jepang jok belakangnya nungging maka cewek berkerudung itu ikutan nungging dan makin bersandar ke punggung cowoknya. Mungkin sambil berpikir bangga ‘cowok gue motornya keren’. nggak peduli pada komentar orang-orang yang menyaksikannya. Saya sebaaal lihat cewek seperti itu.

Saya juga marah pada kawan saya yang pernah cerita kalau dia pernah diajak warga menggerebeg sepasang mahasiswa yang sedang mesum di malam hari di bulan suci Ramadhan. Ceweknya…..? Mahasiswi berkerudung! Coba bayangkan saudara-saudara, keduanya ketangkap basah sedang mesum di bulan Ramadhan pula! Saat orang berburu pahala, mereka malah saling berburu paha (tanpa la). Kalau mereka orang atheis, saya nggak bakal marah. Tapi dia berkerudung. Sad but true. Saya marah pada kawan saya itu kenapa story buruk kayak begini harus diceritakan pada saya. Bikin saya makin sebal pada wanita berkerudung yang liar seperti itu. Tapi itu bukan satu-satunya cerita, masih banyak cerita yang serupa yang saya dengar dari kawan-kawan yang lain. Ada juga yang cerita kalau di antara cewek berkerudung itu ada yang jadi wanita panggilan. Malah katanya tarifnya premium call alias bisa lebih mahal karena kesannya eksotis dan reliji.
‘jilbabi dulu hatimu sebelum tubuhmu’. Apa maksudnya? Sok berfilsafat tapi gajebo, ga’ jelas bo!

Nanti para cewek yang pakai hotpants bisa berdalih ‘ mas, jangan lihat tubuh seksi saya, tapi rasakan hati saya yang berjilbab’ Pernahkah ketika cewek memutuskan untuk berkerudung apalagi berjilbab merenung bahwa harus ada sebuah perubahan dalam hidup anda ? Akan lebih terjaga, lebih dekat kepada Allah, dan lebih berani meninggalkan maksiat? Kekesalan itu saya tumpahkan di sini, biar kalian baca kalau apa yang kalian lakukan itu berbahaya, dosa dan merusak korps wanita berkerudung dan berjilbab. Kalaupun kalian tidak baca, saya berharap agar ada yang meng-copy paste tulisan ini dan sharing ke mana saja agar dibaca oleh cewek dan yang se-alam dengan akhwaooooooow

Untuk cewek yang sudah terlanjur membacanya dan marah-marah, saya harap agar malam nanti merenung; sudah benarkah gaya hidup saya? Percayalah, mencopot kembali kerudung bukan jawaban yang benar. Yang harus anda lakukan adalah terus menyelam dalam ajaran Islam yang indah dan menyejukkan ini. Banggalah sebagai wanita berjilbab dan jagalah kehormatan diri sampai mati. That’s all, ukhti fillah!

———–
Mema*CURHAT dulu TENTANG MUSLIMAH BERKERUDUNG*
Ini adalah unek-unek saya yang banyak dikecewakan oleh performa para muslimah yang nampak di depan kedua biji mata saya sehari-hari. Di tengah kegembiraan banyak orang yang melihat kerudung pada saat ini menjadi trending fashion banyak muslimah, saya sebenarnya gemas, kecewa, galau dan marah, tapi juga bingung.
Pangkal kekecewaan saya adalah soal kesenjangan antara kerudung dengan gaya hidup mereka. Mengapa banyak muslimah yang berkerudung sekedar puas dengan berkerudung. Seolah-olah kerudung itu sudah babak final dalam penampilan dan lifestyle, kenapa mereka tidak mau meningkatkan kepribadian mereka, pemahaman mereka dan menjaga diri mereka? Kenapa? Kenapa? Please, somebody help me!

Coba, pembaca pikirkan, bagaimana saya tidak bingung melihat seorang muslimah berkerudung tapi body mereka tampak melendung-melendung. Wajah manis berkerudung dalam balutan kemeja ketat yang kancingnya seolah mau meloncat karena ketarik bodi mereka yang sudah baligh, dan panggul ke bawah dililit jeans ketat – malah ada juga yang nekat pake legging (gubraaag) – sehingga ‘aset nasional’ mereka dikibarkan ke mana-mana. kawannnn….! Maaf kalau saya sarkastis, tapi Anda ini kan muslimah, bukan hewan qurban yang dinilai dari bobot badan dan kemontokan tubuh. Sapi dan domba qurban sengaja di-display-kan dengan vulgar di pinggir jalan agar orang-orang yang mau berkurban ngiler untuk membelinya dan mengurbankannya untuk fakir miskin.

Tapi anda kan muslimaaaah, bukan kambing qurban. Semakin Anda tertutup semakin ‘mahal’ harga anda di hadapan Allah, beda dengan hewan qurban yang semakin nampak sintal bodinya makin mahal harganya. Pahamkah kekesalan saya, mbak broo ?! Ini bukan berarti saya ini maho atau cowok KW. Bukan. Saya pria tulen.

Saya senang dengan kecantikan dan keindahan wanita karena itu kodrat saya, tapi kan Allah melarang saya meneropong tubuh kalian dari ujung rambut ke ujung jempol.

Jadi, please, saya minta kerja samanya, jangan bikin hidup saya yang susah jadi tambah susah. Kalau memang anda cantik dan punya penampilan berkelas biarlah suami anda saja yang nanti berhak untuk melihatnya. Saya masih lelaki dan saya masih takut nambah saldo dosa. Pakaian anda bila keluar rumah adalah kerudung dan baju panjang yang kita sebut jilbab. Itu yang diperintahkan Allah kepada anda dan yang sekaum dengan Anda. Kalau anda senang dengan tank top, body doll, mini skirt, atau hotpants ya silakan dipakai di balik jilbab anda. Tidak usah saya diajak mengintip semuanya.

Saya juga gerah dan marah kala menyaksikan ada remaja berkerudung jadi alay-alay di layar kaca. Entah di acara t**** p****, atau yang sejenisnya. Sama saat saya juga geli dan ketawa garing ngeliat kalian-kalian berkerudung ngantri tiket s*****

Tapi bukan soal itu saja yang membuat emosi saya kadang meradang melihat anda dan teman-teman anda. Ada soal lain yang saya terus terang gerah dan jadi garang. Apa? Pacaran! Saya sering geleng kepala kalau sudah melihat cewek berkerudung – apalagi berjilbab – berasyik masyuk dengan cowok yang bukan mahram dan suami juga bukan. Boleh percaya atau tidak, ukhti, saya pernah mendamprat – ini mungkin terlalu dramatisasi, tepatnya mempermalukan – sepasang kekasih di dalam angkot. Keduanya siswa almamater sekolah saya. Tapi yang bikin kepala panas adalah ceweknya berkerudung rapih dan cowoknya berjenggoooot (saya saja sampai sekarang belum sukses menumbuhkan jenggot!) Keduanya duduk di pojokan angkot dan tangan tuh cewek ada dipangkuan cowoknya sambil diremas-remas. !Astaghfirullah al-‘azhim!“Udah nikah, belum?” tanya saya panas.“Eh, belum, Pak?” jawab tuh cowok blingsatan sambil melepaskan tangan ceweknya. Untung nggak dilepaskan dari persendian badannya. Bla, bla, bla, saya nasihatin mereka berdua. Entah keduanya paham omongan saya atau tidak. Entah setelah itu mereka bubar pacaran atau malah menganggap sikap saya sebagai ujian.

Di mana-mana saya sering lihat akhwaoowww berkerudung berasyik masyuk dengan pacar-pacar mereka. Di atas motor Kawasaki Ninja yang keren ada akhwaoow yang lengket ke punggung cowoknya ( jadi ingat seseorang…siapa ya…).
Karena tuh motor Jepang jok belakangnya nungging maka cewek berkerudung itu ikutan nungging dan makin bersandar ke punggung cowoknya. Mungkin sambil berpikir bangga ‘cowok gue motornya keren’. nggak peduli pada komentar orang-orang yang menyaksikannya. Saya sebaaal lihat cewek seperti itu.

Saya juga marah pada kawan saya yang pernah cerita kalau dia pernah diajak warga menggerebeg sepasang mahasiswa yang sedang mesum di malam hari di bulan suci Ramadhan. Ceweknya…..? Mahasiswi berkerudung! Coba bayangkan saudara-saudara, keduanya ketangkap basah sedang mesum di bulan Ramadhan pula! Saat orang berburu pahala, mereka malah saling berburu paha (tanpa la). Kalau mereka orang atheis, saya nggak bakal marah. Tapi dia berkerudung. Sad but true. Saya marah pada kawan saya itu kenapa story buruk kayak begini harus diceritakan pada saya. Bikin saya makin sebal pada wanita berkerudung yang liar seperti itu. Tapi itu bukan satu-satunya cerita, masih banyak cerita yang serupa yang saya dengar dari kawan-kawan yang lain. Ada juga yang cerita kalau di antara cewek berkerudung itu ada yang jadi wanita panggilan. Malah katanya tarifnya premium call alias bisa lebih mahal karena kesannya eksotis dan reliji.
‘jilbabi dulu hatimu sebelum tubuhmu’. Apa maksudnya? Sok berfilsafat tapi gajebo, ga’ jelas bo!

Nanti para cewek yang pakai hotpants bisa berdalih ‘ mas, jangan lihat tubuh seksi saya, tapi rasakan hati saya yang berjilbab’ Pernahkah ketika cewek memutuskan untuk berkerudung apalagi berjilbab merenung bahwa harus ada sebuah perubahan dalam hidup anda ? Akan lebih terjaga, lebih dekat kepada Allah, dan lebih berani meninggalkan maksiat? Kekesalan itu saya tumpahkan di sini, biar kalian baca kalau apa yang kalian lakukan itu berbahaya, dosa dan merusak korps wanita berkerudung dan berjilbab. Kalaupun kalian tidak baca, saya berharap agar ada yang meng-copy paste tulisan ini dan sharing ke mana saja agar dibaca oleh cewek dan yang se-alam dengan akhwaooooooow

Untuk cewek yang sudah terlanjur membacanya dan marah-marah, saya harap agar malam nanti merenung; sudah benarkah gaya hidup saya? Percayalah, mencopot kembali kerudung bukan jawaban yang benar. Yang harus anda lakukan adalah terus menyelam dalam ajaran Islam yang indah dan menyejukkan ini. Banggalah sebagai wanita berjilbab dan jagalah kehormatan diri sampai mati. That’s all, ukhti fillah!

———–
Memang agak bombastis dan lebay, he2, namun point nya diterima. Sama2 saling mengingatkan, bagi teman2 muslimah kepada sesamanya yg belum baik, dan terus doakan, semoga diberikan taufik dan hidayah.ng agak bombastis dan lebay, he2, namun point nya diterima. Sama2 saling mengingatkan, bagi teman2 muslimah kepada sesamanya yg belum baik, dan terus doakan, semoga diberikan taufik dan hidayah.

Gambar | Posted on by | 2 Komentar

cewek atau akhwat ataukah akh WAOOOOoooww … ???

cewek atau akhwat ataukah akh WAOOOOoooww ... ???

Sebagai seorang muslim khususnya Wanita, diwajibkan untuk memakai Jilbab, seperti yang tertulis dalam satu ayat di Al Qur’an berikut:
Allah SWT berfirman :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

* Gaya Pacaran Wanita Berjilbab

Ngomongin gaya pacaran remaja jaman sekarang, Cewek ‘Wanita’ Berjilbab mungkin gak jauh beda sama cewek yang ga make jilbab. Mulai dari foto, tempat pacaran, waktu pacaran, cara pacaran’nya, de el el. Hal ini sering kita lihat sendiri lah.

saya salah satu cowok yang mengagumi wanita berjilbab karna menurut saya mereka lebih terlihat sebagai sosok wanita (cewek) yang solehah, sopan, menutupi ‘aurat’ keindahan tubuhnya kecuali untuk suami. (saya juga punya keinginan punya istri yang solehah dan memakai jilbab. 🙂 )

saya minta maaf buat sobat khusunya cewek / wanita yang berjilbab, kalo tulisan saya tentang wanita berjilbab diatas menyinggung dan kurang berkenan. saya cuma berbicara apa adanya yang terlihat dan terjadi di sekitar saya, ga ada maksud buat menjelek-jelekan apa lagi menghina, saya MINTA MAAF BANGET.

sebagian cowok biasanya menyukai cewek yg sexi, tapi beda sama saya disini, atau klok didalam majelis AL-KAHFI kami menyebutkan akhWAOOooooww bukan akhwat , kenapa kami menyebutkan akhWAOOOoooWWww ..?? karna mereka yang gak pake jilbab ataupun berpakean sexi .
hemmm.. sexi, Sebagai seorang muslim khususnya Wanita, diwajibkan untuk memakai Jilbab, seperti yang tertulis dalam satu ayat di Al Qur’an berikut:
Allah SWT berfirman :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

buat kalian semua, baik itu buat laki-laki maupun perempuan, bagaimanapun akhlak orang, sejelek- jelek akhlak orang pasti ingin mendapatkan pasangan yang baik.. cobak kalian renungi itu. sebusuk apapun kita sebagai laki-laki pasti ingin mendapatkan wanita yang baik, begitupula sebaliknya.
tapi kembali ke surat alQur’an yang menyebutkan bahwa laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik, begitupula sebaliknya.
tapi dengarkan ini, kalian, saya, dan kita semua jangan harap mendapatkan pasangan yang baik jika kita semua tidak bisa menjadi orang yang AKHLAKNYA baik. baik disini bukan baik karna memberikan sebuah jajan, biskuat, ataupun sejenisnya. tapi baik disini adalah baik akhlaknya ,
astagfirullah, saya merasa takut klok berbicara mengenai akhlak yang baik, namun disini saya mau tanya pada kalian- kalian ,, apakah kalian merasa sudah baik akhlakmu …?? . hemm…hemmm…hemmm…
hanya kalian sendiri yang tahu, tapi saya tidak membahas mengenai akhlak, karna saya sendiri merasa akhlak saya kurang baik ataupun tidak baik. saya berbicara mengenai jilbab. hanya saja saya jadi teringat kembali sesaat setelah membaca postingan dari dek Andiah, dia menceritakan tentang kajian yang di ikutinya bersama Ibu Fathiya Khatib beberapa waktu yang lalu.
Dalam kajian tersebut, Ibu Fathiya Khatib bercerita bahwa pada suatu ketika, beliau pergi dengan menggunakan taksi. Beliau lantas terlibat percakapan dengan sang supir taksi tersebut.

“Bu.. Ibu sudah lama pake jilbab? Dari kapan?”

“Wah..dari kapan ya? Dari lulus SMA”

“Tapi Ibu Islam kan?”

Ibu Fathiya pun heran kenapa sang supir menanyakan hal tersebut. Ternyata, setelah berbincang-binc ang lebih lanjut, sang supir pun menceritakan kisahnya.

Alkisah, pada suatu hari, supir taksi ini mendapat penumpang seorang wanita berjilbab. Tak berapa lama, supir dan perempuan muda itu terlibat perbincangan, yang hampir mirip dengan perbincangan sang supir dengan Ibu Fathiya tadi.

“Mbak, sejak kapan pakai jilbab?” tanya supir taksi.

“Oh, saya bukan muslim Pak…” jawab si wanita, yang tentu saja membuat sang supir kaget bercampur heran.”

“Saya suka aja pakai jilbab. Rasanya nyamaan gitu kalo pake jilbab. Orang-orang nggak berani macem-macem, nggak godain, saya ngerasa aman.” begitu kata wanita itu. Lantas lanjutnya, ” ..sayang, orang muslim sendiri tidak paham dengan jilbab.”

*******

Lihat?!, Bahkan mereka yang notabene bukan muslimah pun tau betapa pentingnya menutup aurat. Sementara di antara para muslimah itu sendiri masih ada yang ragu untuk mulai menjalankan perintah Allah ini.

Semoga kisah yang sedikit ini dapat menjadi renungan bersama,,,Aamiin

*CURHAT dulu TENTANG MUSLIMAH BERKERUDUNG*
Ini adalah unek-unek saya yang banyak dikecewakan oleh performa para muslimah yang nampak di depan kedua biji mata saya sehari-hari. Di tengah kegembiraan banyak orang yang melihat kerudung pada saat ini menjadi trending fashion banyak muslimah, saya sebenarnya gemas, kecewa, galau dan marah, tapi juga bingung.
Pangkal kekecewaan saya adalah soal kesenjangan antara kerudung dengan gaya hidup mereka. Mengapa banyak muslimah yang berkerudung sekedar puas dengan berkerudung. Seolah-olah kerudung itu sudah babak final dalam penampilan dan lifestyle, kenapa mereka tidak mau meningkatkan kepribadian mereka, pemahaman mereka dan menjaga diri mereka? Kenapa? Kenapa? Please, somebody help me!

Coba, pembaca pikirkan, bagaimana saya tidak bingung melihat seorang muslimah berkerudung tapi body mereka tampak melendung-melendung. Wajah manis berkerudung dalam balutan kemeja ketat yang kancingnya seolah mau meloncat karena ketarik bodi mereka yang sudah baligh, dan panggul ke bawah dililit jeans ketat – malah ada juga yang nekat pake legging (gubraaag) – sehingga ‘aset nasional’ mereka dikibarkan ke mana-mana. kawannnn….! Maaf kalau saya sarkastis, tapi Anda ini kan muslimah, bukan hewan qurban yang dinilai dari bobot badan dan kemontokan tubuh. Sapi dan domba qurban sengaja di-display-kan dengan vulgar di pinggir jalan agar orang-orang yang mau berkurban ngiler untuk membelinya dan mengurbankannya untuk fakir miskin.

Tapi anda kan muslimaaaah, bukan kambing qurban. Semakin Anda tertutup semakin ‘mahal’ harga anda di hadapan Allah, beda dengan hewan qurban yang semakin nampak sintal bodinya makin mahal harganya. Pahamkah kekesalan saya, mbak broo ?! Ini bukan berarti saya ini maho atau cowok KW. Bukan. Saya pria tulen.

Saya senang dengan kecantikan dan keindahan wanita karena itu kodrat saya, tapi kan Allah melarang saya meneropong tubuh kalian dari ujung rambut ke ujung jempol.

Jadi, please, saya minta kerja samanya, jangan bikin hidup saya yang susah jadi tambah susah. Kalau memang anda cantik dan punya penampilan berkelas biarlah suami anda saja yang nanti berhak untuk melihatnya. Saya masih lelaki dan saya masih takut nambah saldo dosa. Pakaian anda bila keluar rumah adalah kerudung dan baju panjang yang kita sebut jilbab. Itu yang diperintahkan Allah kepada anda dan yang sekaum dengan Anda. Kalau anda senang dengan tank top, body doll, mini skirt, atau hotpants ya silakan dipakai di balik jilbab anda. Tidak usah saya diajak mengintip semuanya.

Saya juga gerah dan marah kala menyaksikan ada remaja berkerudung jadi alay-alay di layar kaca. Entah di acara t**** p****, atau yang sejenisnya. Sama saat saya juga geli dan ketawa garing ngeliat kalian-kalian berkerudung ngantri tiket s*****

Tapi bukan soal itu saja yang membuat emosi saya kadang meradang melihat anda dan teman-teman anda. Ada soal lain yang saya terus terang gerah dan jadi garang. Apa? Pacaran! Saya sering geleng kepala kalau sudah melihat cewek berkerudung – apalagi berjilbab – berasyik masyuk dengan cowok yang bukan mahram dan suami juga bukan. Boleh percaya atau tidak, ukhti, saya pernah mendamprat – ini mungkin terlalu dramatisasi, tepatnya mempermalukan – sepasang kekasih di dalam angkot. Keduanya siswa almamater sekolah saya. Tapi yang bikin kepala panas adalah ceweknya berkerudung rapih dan cowoknya berjenggoooot (saya saja sampai sekarang belum sukses menumbuhkan jenggot!) Keduanya duduk di pojokan angkot dan tangan tuh cewek ada dipangkuan cowoknya sambil diremas-remas. !Astaghfirullah al-‘azhim!“Udah nikah, belum?” tanya saya panas.“Eh, belum, Pak?” jawab tuh cowok blingsatan sambil melepaskan tangan ceweknya. Untung nggak dilepaskan dari persendian badannya. Bla, bla, bla, saya nasihatin mereka berdua. Entah keduanya paham omongan saya atau tidak. Entah setelah itu mereka bubar pacaran atau malah menganggap sikap saya sebagai ujian.

Di mana-mana saya sering lihat akhwaoowww berkerudung berasyik masyuk dengan pacar-pacar mereka. Di atas motor Kawasaki Ninja yang keren ada akhwaoow yang lengket ke punggung cowoknya ( jadi ingat seseorang…siapa ya…).
Karena tuh motor Jepang jok belakangnya nungging maka cewek berkerudung itu ikutan nungging dan makin bersandar ke punggung cowoknya. Mungkin sambil berpikir bangga ‘cowok gue motornya keren’. nggak peduli pada komentar orang-orang yang menyaksikannya. Saya sebaaal lihat cewek seperti itu.

Saya juga marah pada kawan saya yang pernah cerita kalau dia pernah diajak warga menggerebeg sepasang mahasiswa yang sedang mesum di malam hari di bulan suci Ramadhan. Ceweknya…..? Mahasiswi berkerudung! Coba bayangkan saudara-saudara, keduanya ketangkap basah sedang mesum di bulan Ramadhan pula! Saat orang berburu pahala, mereka malah saling berburu paha (tanpa la). Kalau mereka orang atheis, saya nggak bakal marah. Tapi dia berkerudung. Sad but true. Saya marah pada kawan saya itu kenapa story buruk kayak begini harus diceritakan pada saya. Bikin saya makin sebal pada wanita berkerudung yang liar seperti itu. Tapi itu bukan satu-satunya cerita, masih banyak cerita yang serupa yang saya dengar dari kawan-kawan yang lain. Ada juga yang cerita kalau di antara cewek berkerudung itu ada yang jadi wanita panggilan. Malah katanya tarifnya premium call alias bisa lebih mahal karena kesannya eksotis dan reliji.
‘jilbabi dulu hatimu sebelum tubuhmu’. Apa maksudnya? Sok berfilsafat tapi gajebo, ga’ jelas bo!

Nanti para cewek yang pakai hotpants bisa berdalih ‘ mas, jangan lihat tubuh seksi saya, tapi rasakan hati saya yang berjilbab’ Pernahkah ketika cewek memutuskan untuk berkerudung apalagi berjilbab merenung bahwa harus ada sebuah perubahan dalam hidup anda ? Akan lebih terjaga, lebih dekat kepada Allah, dan lebih berani meninggalkan maksiat? Kekesalan itu saya tumpahkan di sini, biar kalian baca kalau apa yang kalian lakukan itu berbahaya, dosa dan merusak korps wanita berkerudung dan berjilbab. Kalaupun kalian tidak baca, saya berharap agar ada yang meng-copy paste tulisan ini dan sharing ke mana saja agar dibaca oleh cewek dan yang se-alam dengan akhwaooooooow

Untuk cewek yang sudah terlanjur membacanya dan marah-marah, saya harap agar malam nanti merenung; sudah benarkah gaya hidup saya? Percayalah, mencopot kembali kerudung bukan jawaban yang benar. Yang harus anda lakukan adalah terus menyelam dalam ajaran Islam yang indah dan menyejukkan ini. Banggalah sebagai wanita berjilbab dan jagalah kehormatan diri sampai mati. That’s all, ukhti fillah!

———–
Memang agak bombastis dan lebay, he2, namun point nya diterima. Sama2 saling mengingatkan, bagi teman2 muslimah kepada sesamanya yg belum baik, dan terus doakan, semoga diberikan taufik dan hidayah.

Gambar | Posted on by | 3 Komentar

KETIKA DIJALAN DAKWAH

KETIKA DIJALAN DAKWAH

Ingatlah baik-baik wahai ikhwan!
Setiap syu’bab (cabang) Ikhwan merupakan kesatuan ruh dan hati yang disatukan oleh tujuan yang luhur; satu cita-cita, satu penderitaan, dan satu perjuangan. Kesatuan yang harmonis ini ada karena antara satu dengan yang lainnya saling mengikat, saling berhubungan, saling menyayangi, dan saling menghargai. Masing-masing merasa sebagai bagian yang penting dari yang lainnya, bagaikan batu-bata bangunan yang saling menguatkan.
Seluruh syu’bah terikat kuat dan bersatu padu dengan markas umum, baik maknawi maupun kerja dan penampilan, bagaikan gugusan bintang-bintang yang bersinar terang, yang mengitari porosnya yang kokoh demi terwujudnya firman Allah,
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10)
Ingatlah baik-baik, wahai Ikhwan! Allah swt. telah memberkati jihad kalian, menyebarkan fikrah kalian, dan menyatukan hati kalian.
Hari demi hari syu’bah dan orang-orang yang mendukung prinsip-prinsip kalian makin bertambah. Padahal, dahulu mereka tidak tahu, pesimis akan keberhasilannya, bosan, atau bahkan membuat makar terhadapnya. Hal ini menandakan bahwa dakwah kalian telah sampai dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, serta mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Mereka itu antara lain adalah:
– Beribu pemuda mukmin siap beramal dan berjihad demi menegakkan kebenaran.
– Rumah-rumah di mana saja siap digunakan untuk aktivitas dakwah, pembinaan, dan pengarahan.
– Berbagai perkumpulan secara rutin mengadakan latihan jasmani dan ruhani, dengan penuh antusias dan senang hati.
– Syu’bah-syu’bah tersebar di berbagai pelosok desa dan kota yang jumlahnya lebih dari
lima ratus. Mereka saling menolong, membahu, dan berlomba dalam berbuat kebaikan.
– Begitu banyak ceramah dan tulisan yang mengungkap tentang keindahan dan
kecemerlangan hakekat Islam.
– Pengiriman utusan untuk tafaquh fiddin dan mengajarkannya kepada manusia tidak pernah berhenti. Itulah di antara buah dari jihad kalian yang kalian sendiri bisa menyaksikannya dengan jelas yang dari hati ke hati semakin bertambah. “Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya.” (Al-An’am: 88)

PENGORBANAN

Ingatlah baik-baik, ‘ wahai 1khwan!
Dakwah kalian adalah dakwah yang suci; jamaah kalian adalah jamaah yang
mulia; sumber keuangan kalian dari kantong-kantong kalian, bukan dari kantong orang lain; nafaqah dakwah kalian disisihkan dari sebagian jatah anak-anak kalian. Dan sesungguhnya seseorang, organisasi, pemerintah, ataupun daulah tidak memperoleh seperti apa yang kalian rasakan. Hal itu tidak terlalu besar bagi dakwah, karena dakwah menuntut pengorbanan minimal: jiwa dan harta. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)

IKHLAS

Ingatlah baik-baik, wahai Ikhwan !
Bukan untuk kesombongan dan bermegah-megahan, tetapi untuk disadari bahwa Allah telah menetapkan dakwah kalian ini berpangkal dari keimanan, keikhlasan, pemahaman, kesatuan, dukungan, dan pengorbanan. Ini adalah karunia yang tidak dimiliki oleh berbagai gerakan dakwah yang ada di lapangan. Sifat-sifat di atas merupakan pilar-pilar dakwah yang benar. Oleh karena itu, berjuanglah dan jagalah baik-baik sifat itu, serta teguhkanlah jiwa kalian. Ketahuilah, sesungguhnya dalam hal itu bukan kalian sendiri yang memiliki kelebihan dan keutamaam “Sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan, jika kamu adalah orang-orang yang benar” (Al-Hujurat: 17)

APAKAH GERAKAN DAKWAH KITA TERTUTUP?

Wahai Ikhwanul Muslimin!
Setelah dua belas tahun kalian mengumandangkan dakwah dan menyebarkannya kepada umat manusia, masih ada juga sekelompok orang yang bertanya-tanya tentang Ikhwanul Muslimin. Mereka menganggap jamaah kalian sebagai jamaah yang tertutup. Benarkah kalian merupakan jamaah yang tertutup? saya akan menjawab pertanyaan ini dengan jelas dan terus terang Saya pun akan menyampaikan tujuan dan sarana lkhwanul Muslimin, sikap mereka terhadap berbagai organisasi, dan sikap mereka terhadap kondisi sekarang dengan berbagai peristiwa yang membayangi manusia. Banyak di antara kalian yang telah mengetahuinya, karena sudah pernah kita jelaskan melalui berbagai risalah Ikhwan, tulisan-tulisan, dan ceramah-ceramah. Kita jelaskan di sini secara ringkas sebagai peringatan bagi yang lupa dan pemberitahuan bagi yang belum tahu.

TUJUAN IKHWANUL MUSLIMIN

Ikhwanul Muslimin berjuang untuk mencapai tujuan:
1. Tujuan jangka pendek: tujuan ini dapat dirasakan sejak seseorang bergabung dalam jamaah ini, atau ketika jamaah Ikhwan tampil berjuang di medan umum.
2. Tujuan jangka panjang, yaitu tujuan yang memerlukan waktu dan perjalanan panjang, persiapan dan takwin (pembentukan) yang ihsan.
Tujuan pertama, dengan ikut andil dalam kebajikan umum dan pelayanan sosial apapun bentuknya jika kondisi memungkinkan.
Ketika seorang akh bergabung dengan ikhwan, ia diharuskan menyucikan jiwa,
meluruskan tingkah laku, mempersiapkan akal, jiwa, dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga, kerabat, teman sejawat, dan masyarakatnya. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya, serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya) maka Allah mengilhamkan
kepada jiwa itu (jalan) kefasilkan dan ketaqwaannya sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams 7- Jamaah ini terdiri dari para ikhwan yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai aktivitas mengajar orang yang buta huruf, mengajarkan hukum-hukurn agama kepada manusia, memberikan nasehat dan bimbingan, mendamaikan orang-orang yang bermusuhan, serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Jamaah ini juga mendirikan yayasan yang bermanfaat, seperti madrasah, ma’had, balai pengobatan, dan masjid-masjid sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Syu’bah-syu’bah ikhwan pada umumnya menunaikan tugas-tugas ini dengan sebaikbaiknya dan dengan penuh keridhaan.
Hanya inikah yang dikehendaki Ikhwanul Muslimin, dan hanya untuk inikah
mereka mempersiapkan diri?
Tentu tidak, wahai ikhwan! Bukan ini semua yang kita kehendaki. itu hanya
sebagian. yang hendak kita capai adalah keridhaan Allah. itulah tujuan pertama kita,
yaitu dengan memanfaatkan waktu untuk ketaatan dan kebaikan, hingga datang waktu yang tepat untuk mengadakan perubahan yang kita harapkan secara total.
Tujuan asasi ikhwan, tujuan luhur ikhwan, dan perubahan yang dikehendaki ikhwan adalah perubahan secara total dan integral, di mana unsur kekuatan umat dan kondisi yang ada bahu membahu, bersatu padu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan secara total. Sesungguhnya lkhwanul Muslimin senantiasa menyerukan dakwah, meyakini manhaj, memperjuangkan aqidah, dan bekerja untuk membimbing manusia kepada sistem sosial yang mencakup seluruh aspek kehidupan, yaitu Al-Islam yang diturunkan oleh jibril kepada Nabi kita Muhammad saw. dengan bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada manusia. Ikhwanul Muslimin menghendaki kebangkitan umat yang ideal, yang tunduk kepada aturan Islam, sehingga Islam menjadi petunjuk dan imam mereka, serta dikenal di tengah-tengah manusia sebagai daulah (negara) yang berasaskan Al-Our’an, yang membela, menyeru, berjihad, dan berkurban dengan harta dan jiwa demi Al-Qur’an. Islam datang untuk menjadi sistem dan imam, untuk menjadi agama dan negara, untuk menjadi undang-undang, dan untuk direalisasikan. Akan tetapi, kini Islam tinggallah sistem tanpa kepemimpinan, agama tanpa negara, dan undang-undang tanpa realisasi, Bukankah ini sebuah realita, wahai ikhwan? Kalau tidak, mana. hukum AllahH yang diterapkan dalam masalah darah, harta, dan kehormatan? Padahal, Allah berfirman kepada Nabi-Nya,
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 49-50)
Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islam didukung oleh para penguasa, agar terbentuk negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya.
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan
(agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah.
Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertaqwa,” (Al-jatsiyah: 18-19)

Gambar | Posted on by