manajemen waktu

Manajemen waktu

Waktu adalah aset terbesar yang diberikan allah kepada kita dengan kuota 24 jam sehari semalam. Sebagian orang memanfaatkan waktu dengan baik, bahkan lagi kesulitan melakukannya. Hal terpenting dari perjalanan waktu adalah bukan berapa waktu yang sudah kita lewati, namun seberapa banyak kita memanfaatkan waktu dengan kebaikan. Pemanfaatan waktu yang efektif adalah mengukur skala prioritas sendiri dalam kehidupan. Apa yang paling penting dan utama inilah yang dikerjakan terlebih dahulu meski harus menyingkirkan keinginan. Mulailah berikir kedepan karna kita senantiasa mempersiapkan peerbekalan. Setiap orang tentunya menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan. Namun, jika semua keinginan itu tidak kita usahakan maka semua tidak akan kita dapatkan. Banyak diantara kita yang menginginkan kesuksesan namun tidak pernah berusaha dan cendrung membesar-besarkan kemalasan. Rasa ingin membeli ini dan itu namun tidak mau bekerja, bahkan menginginkan surga tapi tidak pernah beribadah. Orang yang sadar dan tercerahkan adalah orang yang sadar bahwa usia semakin bertambah namun semakin berkurang dan menyadari waktu tidak akan terulang kembali. Sementara orang yang tidak sadar adalah orang yang menyianyiakan waktu.

Seprtinya kita tidak layak untuk melupakan sabda nabi,”teruslah bekerja seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau mati esok pagi”

Waktu yang dialami manusia di dunia berbeda dengan waktu yang dialami kelak di hari kemudian. Ini disebabkan dimensi kehidupan duniawi. Dalam surah al-kahfi (18): 19, dinyatakn: dan berkatalah salah seorang dari mereka,”berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi ? ”mereka  menjawab,”kami tinggal (dibumi)sehari atau setengah hari”

 

Kisah si pemalas dengan abu hanifah

Suatu hari ketika imam abu hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, “aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik.”

Mendengar keluhan itu, abu hanifah merasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sampailah ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi uang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Pada itu, si malang merasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi uang dan secebis kertas yang bertulis, ” hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan allah dan cubalah bermohon kepada-nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus.”

Pada keesokan harinya, imam abu hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, “ya allah tuhan yang maha belas kasihan dan pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kemarin,sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku.”

Mendengar keluhan itu lagi, maka abu hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi uang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.

Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya, “hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian ‘malas’ namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan allah. Sungguh tidak redha tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan allah. Insya allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan cepat sukses.”setelah dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sadar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha.pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (sunnah) dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu.

Dalam islam tidak ada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju ke depan dan bukan mengajar kita tersandar di tepi jalan (pengangguran).

 

 

begitulah halnya dengan ibadah, kita ingin masuk surga tetapi tidak pernah melakukan kebaikan.

Memenejemen waktu yang paling sederhana menurut soni ariawan dalam acara kammi unram training pengembangan diri (TPD) ahad, 2 juni 2013 waktu 07.00-18.00 wita bertempat di aula d3 ekonomi universitas mataram. Dengan tema” Lejitkan Potensi, Raih Prestasi, Mantab Mengatur Diri”

Soni ariawan adalah orang yang sangat berpengaruh di universitas mataram. Beliau adalah salah satu MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi) tahun 2011, dan Ketua Bem Unram. Beliau Aktif Diberbagai Organisasi Diantaranya” Pena Kampus, Argumen, Bem Fkip, Bem Unram, Ldk, Dan Kammi, serta masih banyak lagi organisasi yang beliau ikuti, namun hanya itu yang saya tahu mengenai beliau.

Waktu acara TPD KAMMI UNRAM kemarin, kita diajarkan bagaimana mengatur waktu yang baik.

Pertanyaan beliau waktu itu sangat menyentuh hati setiap peserta yang menghadiri acara tersebut, sebelum bertanya, soni ariawan memulainya dengan cerita, cerita seorang mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas makalah karna merasa sibuk ikjut organisasi.

Waktu mahasiswa itu ditanya oleh dosennya “ kenapa tugas kamu belum kamu kerjakan” mahasiswa itu menjawab “ ma’af pak, saya sibuk karna organisasi” 

Masyaallah, ternyata ada mahasiswa yang lebih sibuk dari dosennya.

Nah pembaca budiman, itu poin singkat dari cerita akhy soni ariawan yang dapat saya uraikan, namun jelas, singkat, padat dan mengena.

Organisasi memang bagus, namun lebih bagus lagi jika kulyah juga diutamakan tanpa mengganggu organisasi. Begitupun sebaliknya, organisasi juga perlu namun jangan menggangu kulyah.

Langsung pertanyaan ditujukan kepada semua peserta tpd kammi unram,

 “apa kesibukan antum/antunna sehingga tugas seperti itu tidak sampai dikerjakan”?

“ apa kesibukan kalian sehingga tugas kulyah kalian terbengkalai”?

“coba antum/antunna uraikan dibuku kertas kalian, apa kesibukan kalian mulai dari bangun sampai tidur lagi “?

“cobak uraikan apa kesibukan kalian? Berapa sih banyaknya kesibukan kalian itu?

Semua terdiam tanpa ada yang bicara, namun setelah akh soni ariawan memancing-mancing peserta untuk mengeluarkan pendapat mereka, akirnya ada peserta yang angkat tangan, “ ada yang mempunyai kesibukan lebih dari 5 kesibukan ? Peserta itu bilang ada, saya,”saya kulyah,organisasi, makan, tidur, dan facebook.

Semua tertawa. Kembali soni ariawan memuji peserta dan memberikan pertanyaan lagi, “bagus, terus siapa lagi yang mempunyai kesibukan yang lebih dari 8 kesibukan, ada yang jawab,” saya” kata salah satu peserta, saya mempunyai 8 kesibukan diantaranya adalah: kulyah, makan, organisasi, tidur, baca buku, facebook, syurok, dan ikut training.

Soni ariawan kembali bertanya, “ siapa lagi yang mempunyai kesibukan lebih dari 8, 9, 10, 11, 12, 13,.. ?

Semua terdiam, soni ariawan kemudian mengatakan,”kalian itu tidak bisa menyebutkan kesibukan kalian, karna kalian masih belum mengatur waktu kalian dengan baik, kok bisa tugas kalian gak dikerjakan ?

Beliau mengatakan “kalian harus menulis semua kesibukan kalian mulai dari hal sekecil apapun, karna semua itu masih dalam pikiran anda. Itu sebabnya kalian tidak bisa menjawab pertanyaan karna kalian tidak menulisnya, “

Ikhwafillah, itulah sedikit motivasi yang bisa saya kutip dari kata-kata soni ariawan.

“seperti kata pepatah yang mengatakan,ikatlah ilmu itu dengan menulis”

Minimal kalian bisa menulis kegiatan atau kesibukan itu sebanyak 20 jenis kegiatan, kemudian bawa setiap hari, taruh disaku kalian sebagai panduan kalian agar waktu kalian tidak habis terbuang percuma.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah menulis semua kegiatan kalian diantaranya adalah: kalian harus tahu mana kegiatan yang “penting mendesak”, mana kegiatan yang penting tidak mendesak, mana kegiatan yang tidak penting tapi mendesak, mana kegiatan yang tidak penting tidak mendesak, dan mana kegiatan yang penting dan tidak penting, itu semua harus dicentang, dikasih tanda supaya kalian tidak salah langkah dalam menentukan sikap.

Baik ikhwafillah, mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, sebenarnya masih banyak lagi yang harus saya sampaikan namun waktu yang tidak memungkinkan untuk menulis begitu banyak yang terfikirkan, tapi mudah-mudahan tulisan yang sedikit Gambarini menjadi motivasi dan hikmah yang bisa diambil dan dijadikan pelajaran sebagai bekal didunia dan akhirat kelak,. Segala yang baik itu hanya dari allah, dan yang salah itu dari saya sendiri. Akhir kalam saya ucapkan banyak terimakasih, dan jikalau ada tulisan yang membuat pihak merasa tidak enak, mohon dimaafkan.

wAssalamualaikum

Sumber:

Manajeman Waktu Islam

Training Pengembangan Diri (TPD) KAMMI UNRAM

Iklan

Tentang hairulpgsd2b

Nama saya hairul anam saya kulyah di salah satu Universitas Negeri di Mataram. saya tinggal didesa kawo, kecamatan pujut kabupaten lombok tengah,saya lahir pada tangggal 07 maret 1993, saya anak pertama dari 4 bersaudara, hoby saya bermain musik, moto hidup saya adalah "Gunung kan kudaki Lautan kan kusebrangi Sawah-sawah kucangkuli Lapangan pun kan kusapu tiap hari Asal sukses dapat kuraih "
Pos ini dipublikasikan di islami. Tandai permalink.