Ketika Perasaan VMJ Itu Hadir:

Ketika Perasaan VMJ Itu Hadir:

Ketika Perasaan VMJ Itu Hadir:

Ilustrasi. (kawanimut)
Keindahan malam dan sayup-sayup lantunan surah Ar-Ruum memberi motivasi untuk mengurai, menjelaskan, melukis, merangkai, merangkum, menyatu kata menjadi kalimat tentang perasaan itu hadir. Kita pasti pernah merasakan cinta atau pesona dengan makhluk Allah, terkadang perasaan itu hadir membuat kita bingung, pusing, galau, gelisah, dan bertanya pada diri sendiri. itu ungkapan dari salah seorang kiriman didakwatuna.
“Antara ungkapkan perasaan dan bunuh perasaan”
Nah ketika perasaan itu hadir apa tindak lanjutnya? Bagaimana sikap kita? Seperti apa respon kita? Apakah kita harus membunuh perasaan tersebut? Apakah perasaan tersebut membuat kita tak semangat? Apakah perasaan tersebut menjadi pribadi galau atau gelisah? Seperti bahasa D’Masiv “Cinta ini membunuhku” 🙂 wah tulisan ini agak sedikit menyentuh hati in.
Sedangkan cinta adalah fitrah yang berlaku atas makhlukNya dan cinta pesan agung Allah pada manusia. DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNya di atas Arsy. Seperti pemilik cinta jelas dalam surah Ar-Ruum: 21:
“…dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Selanjutnya ungkapan familier pak Romi Satrio Wahono dalam buku beliau (dapat apa sich dari Universitas),“Janganlah kalian mengejar cinta. Jadilah legenda yang penuh dengan prestasi dan manfaat untuk orang lain, maka cinta akan silih berganti mengejar kalian. Dan ketika masa itu datang, pilihlah takdir cintamu, kelola cintamu, atur kadarnya, arahkan posisinya, dan kontrol kekuatan cinta sesuai dengan tempatnya”
Jadi perasaan itu tidak perlu kita matikan, tidak perlu kita bunuhkan, tidak perlu kita musnahkan, tidak perlu kita kejar-kejarkan, buru, dan cinta itu perlu kita kelola dalam wadah yang baik dan kesucian nilai.
Namun tidaklah mudah untuk menjaganya dan mengelola perasaan itu seperti membalik telapak tangan apalagi mengelola perasaan pada masa sekarang karena begitu ribuan godaan, rayuan, dan bisikan syetan maupun nafsu untuk menangkapi, merespon atau meletak perasaan di tempat nan salah sehingga salah mengekspresikan perasaan kita.
Insya Allah banyak cara menuju roma hanya dibutuhkan azzam, tekad, niat, keinginan, dan kesabaran untuk menjaga hati menjadi hati yang perawan. Mari kita alih perasaan kita dan mengelola perasaan dengan berbanyak dzikir, mengaji, bermanfaat untuk orang lain dan menyibukkan menjadi pribadi berilmu.
Ketika telah berazzam dan bersungguh-sungguh menjaga perasaan tersebut hanya mencintai Allah maka akan berlaku pula pertolongan Allah untuk memudahkan setiap urusan kita dalam menjaga dan menemu perasaan yang halal.
Jadikan itu sebagai pondasi memotivasi kita untuk senantiasa mengelola cinta menuju arah yang lebih baik dan tauti selalu hati kita dengan Allah Azza wajalla
Mari kita lantunkan doa pernah dilafazkan Sayyid Qutb dalam denyut perasaannya, “Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada Mu….maka kokohkanlah. Ya Allah ikatkanlah, kekalkanlah cintanya.”
Semoga kita termasuk hamba Ilah yang mampu menjaga, mengelola, dan menata perasaan hingga waktu Allah pertemukan kita dengan hamba Allah yang pantas untuk kita miliki perasaannya dan mari kita komitmen bangun perasaan kita hingga perasaan kekal hingga surga

Iklan

Tentang hairulpgsd2b

Nama saya hairul anam saya kulyah di salah satu Universitas Negeri di Mataram. saya tinggal didesa kawo, kecamatan pujut kabupaten lombok tengah,saya lahir pada tangggal 07 maret 1993, saya anak pertama dari 4 bersaudara, hoby saya bermain musik, moto hidup saya adalah "Gunung kan kudaki Lautan kan kusebrangi Sawah-sawah kucangkuli Lapangan pun kan kusapu tiap hari Asal sukses dapat kuraih "
Gambar | Pos ini dipublikasikan di islami. Tandai permalink.