Rubrik: CerpenJudul: MEMFORMAT MASA LALU, MENDESAIN MASA DEPAN ”jadi salah tingkah”

Gambar

Rubrik : Cerpen
Judul

: MEMFORMAT MASA LALU, MENDESAIN MASA DEPAN

 jadi salah tingkah

karya : Hairul anam

MEMFORMAT MASA LALU, MENDESAIN MASA DEPAN

”jadi salah tingkah”

Melalui tulisan ini saya ingin mencoba membagi cerita tentang hidup saya kepada pembaca yang mulia. Semoga dengan kata-kata ini bisa sedikit meringankan beban dalam hati saya. kisah ini adalah sebuah sejarah kecil diera itu.

“selalu ada beda antara hati-hati dan ragu-ragu,

hati- hati adalah keberanian melangkah  dengan menyadari bahaya. Sedang ragu-ragu adalah pada dasarnya kita tak memiliki keberanian untuk melangkah.

Selalu ada beda antara Yakin Dan Nai’f.

Yakin adalah semangat hati yang bersamai kebenaran. Sedangkan naif adalah hawa nafsu yang dicarikan pembenaran”

Begitulah kurang lebih yang saya kutip dari tulisan ust. SALIM A. FILLAH dalam kumpulan tweetnya dari akun @salimafillah yang berjudul “ menyimak kicau merajut makna

Dari kutipan diatas, saya terinspirasi untuk membuat cerpen yang berjudul MEMFORMAT MASA LALU MENDESAIN MASA DEPAN “jadi salah tingkah”

Share sedikit ya …??

Hari itu ;berdenyut lancar jantung dan nadi, tapi zikir dihati sedikit sekali, semoga allah mengampuni.

Hari itu; sejuk, Segar, dan nafas pun lancar, tapi kesalihan tak banyak terpancar, semoga allah mengampuni.

Hari itu; bergerak kian kemari, berbuat ini dan itu; entahlah apakah sudah membaikkah buat orang lain,atau bermanfaatkah buat sesama atau bermanfaatkah bagi diri sendiri, saya masih belum tahu. tapi semoga allah mengampuni.

Salah tingkah….

Teringat waktu saya lagi mengadakan rapat, (upssttt)!! Maksud saya surok

Waktu itu kami mengadakan surok BPH di masjid BA’ABUL HIKMAH UNIVERSITAS MATARAM.

Waktu itu saya adalah salah satu moderator yang memimpin jalannya surok. Surok BPH ( Badan Pelaksana Harian ) adalah surok / rapat yang diadakan oleh suatu oganisasi yang dimana disana membicarakan mengenai program kerja masing-masing Dept. Untuk mempersentasikan keadaan anggota mereka dan menyampaikan program kerja terdekat mereka. Pukul 14.00 siang, waktu itu persentasi  dimulai dari dept. Kaderisasi, dan dilanjutkan oleh Dept. Mentoring, kemudian dilanjutkan lagi ke Dept. SYIAR selanjutnya Dept. PSDK, Biro USARI, Biro KESTARI dan terakhir saya yang persentasikan keadaan Dept. saya yaitu Dept. KOMPI.

Nah, setiap Dept. Pasti ada saja kekurangan, baik itu kenapa stafnya pada menghilang, kenapa program kerja ini tidak terlaksana, kenapa terjadi miss komunikasi dengan staf atau para CO. Ikhwan/akhwat;. kita dibantai habis-habisan oleh para akhwat-akhwat waktu itu. Kita dikritik habis-habisan sama mereka. tapi kita tak mendebatkannya… sehingga dalam hati timbul penyataan saya waktu itu “ berarti kita masih tetap saja kesulitan, sulit untuk saling memahami”

saya ingin bertanya sama kalian semua; hari-hari seperti itu, jika kita masih saja kesulitan untuk saling memahami, apa resep yang paling sederhana untuk melatihnya … ???

ayo segera jawab, saya tunggu jawabannya..”

Salah tingkah…

Terdengar suara wanita yang berbicara, berdesas-desis, sesekali suara lantang terdengar dibalik hijab, dibalik tabir  itu. saya tidak memperdulikaan apa yang mereka bicarakan waktu itu. saya hanya fokus untuk mempersentasikan keadaan di Dept. KOMPI.

Saya tidak banyak bicara waktu itu, saya hanya mempersentasikan keadaan yang sebenarnya terjadi di Dept. KOMPI yang diamanahkan ke saya. Setelah saya persentasi, walau dengan bahasa yang rancu yang tidak bisa dipahami oleh mereka, yang mungkin bahasanya kesana kemari tidak mereka mengerti. ma’af ya,, sekali lagi ma’af karna masih belum terbiasa dan masih malu-malu sama kalian semua, sehingga waktu itu saya jadi salah tingkah gak tahu mau ngomong apa.

setelah persentasi itu selesai, langsung ada kritik-kritik pedas terdengar di telinga ,dan terdengar suara dibalik hijab itu. Saya hanya mendengarkan nasehat-nasehat mereka , keritikan-kritikan mereka yang cukup pedas namun bagus untuk direnungi. Sebenarnya saya orangnya “ pendiam ” tak banyak bicara , hhehee … J.

jadi saya diam saja tanpa ada komentar dan tanggapan yang keluar dari mulut saya waktu itu.

dalam hati berkata, Waduuuhhhhh.. Memang, mereka adalah akhwat-akhwat yang tangguh. Hick..hickk..hick.. J

kejujuran

Tempat yang paling aman untuk bersembunyi adalah ruang kejujuran. Tempat yang paling nyaman untuk lari adalah lapangan pertaubatan. Jujur,  sebenarnya saya selalu salah tingkah ketika bicara didepan mereka yaitu para “akhwat”.

Didalam benak saya terlintas dan terfikirkan bahwa; ” kenapa saya jadi seperti ini ya …???”

akhir-akhir ini, saat masuk di organisasi ini ya, kalau sama cewek kok seperti ini, aduuuuuuhh..L selalu jadi salah tingkah, mungkin ini yang namanya dekapan ukhwah, atau mungkin ini yang namanya menjaga pandangan, atau mungkin ini yang disebut dengan iman ataukah ada sebutan lain …. ?????! AYO BANTU, saya tidak punya kosa-kata lagi yang semisal  kata-kata diatas.

persaudaraan

ketika kubaca firman Allah mengenai persaudaraan “sungguh tiap mukmin bersaudara”

saya ingat pertemuan pertama kita para akhy wa ukhti tersayang.

Di training kepengurusan dalam setengah hari itu, saya telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan, dan sumpah bersama kita, Dan itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra dengan iman yang menyala, kita telah mufakat meski lisan belum saling menyebut nama, dan tangan belum berjabat.

kalian tahu para ukhti-ukhti yang imut-imut,… J ? apa yang saya rasakan selama mengikuti organisasi kerohanian ini ..??

ternyata disana banyak sekali aturan yang saya terima meski aturan itu tidak langsung diucapkan secara lisan oleh mereka. saya tahu dari sikap para ikhwan terhadap para akhwat. disana ternyata harus menjaga pandangan kalau sama wanita, tidak boleh ngobrol berdua-duaan sama bukan muhrim ditempat sepi, tidak boleh berjabat tangan sama bukan muhrim.  jujur, saat itu keakraban mulai merapuh bagi saya, saat salam terasa menyakitkan bagi saya, saat kebersamaan serasa siksaan bagi saya, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai.

astagfirullah… !!

mudah-mudahan dengan apa yang menjadi rambu-rambu itu, kita bisa jaga sehingga terjalin semangat kebersamaan.

saya baca firman persaudaraan wahai akhy wa ukhti tersayang. Dan aku makin tahu, mengapa dikala lain diancamkan; “ para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain… kecuali orang yang beriman.

Tapi mudah-mudahan semua itu akan ada hikmahnya, semoga aturan-aturan dan rambu-rambu seperti itu menjadi doa, dan bekal untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Alangkah ridunya saya ingin mencintai kalian semua dengan cinta karna Allah, bukan cinta karna nafsu. Alangkah inginnya saya memperlakukan kalian dengan perlakuan Allah, bukan perlakuan setan yang dibenci Allah. Alangkah berharapnya kita bisa bergaul dengan akhlak yang disenangi Allah, bukan pergaulan dan akhlak yang dilarang, dan dibenci Allah. Saya ingin menatap kalian dengan tatapan rahmat Allah bukan tatapan yang mengundang nafsu yang dilarang Allah.

saya ingin menggandeng kalian dengan tangan hidayah Allah, bukan dengan kemurkaan Allah.

ada kalanya kita seperti dua mata tak pernah berjumpa tapi selalu sejiwa.

kita menatap ke arah yang sama walau tak berjumpa, mengagumi pemandangan indah dan berucap subhanallah

kita bergerak bersama walau tak berjumpa, mencari pandangan yang dihalalkan menghindar dari yang diharamkan, dan berucap; astagfirullah.

kita menangis bersama walau tak berjumpa dalam kecewa, sedih, ataupun gembira, duka dan bahagia dan tetap berucap; alhamdulillah

kita terpejam bersama walau tak berjumpa memberi damai sambil berucap; laa haula wa laa quwwata illa billaah..

tapi kita perlu menjadi dua tangan berjumpa dalam sedekap sholat berjamaah menghadap Allah

tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan yang berjumpa dalam membersihkan segala kotoran dan noda dari badan.

JUJUR, Sebelum saya masuk di organisasi kerohanian ini, saya adalah orang yang urak-urakan atau bisa dibilang waktu itu zaman jahiliyah. ibadah berantakan, kewajiban tak utuh, sunah-NYA tak tersentuh. mungkin kalian beranggapan kenapa bisa urak-urakan …??

kalau seperti itu, pasti orang tua tidak mengajarkan agama kepada anak-anaknya”. tapi kalian salah kalau beranggapan seperti itu, itu  tidak benar.

Ini bukan salah orang tua saya, tapi ini adalah salah saya sendiri yang tidak mendengarkan nasehat mereka, dan saya adalah orang yang cuek pada waktu itu, cuek gak mau dengerin apa kata orang lain terutama orang tua sendiri .

Cerita sedikit ya mengenai keluarga saya.

Tapi, sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya harap kalian berprasangka baiklah kepada sesama terutama pada“SAYA”.

Tugas kita adalah berbaik sangka. Bahwa yang seringkali kita anggap sebagai musibah, mungkin saja bukanlah musibah itu sendiri. Bahwa yang seringkali kita anggap sebagai penderitaan, bisa jadi adalah pertolongan Allah dari jalan yang tidak kita duga-duga, dan tidak kita sangka-sangka. Dan bahwa kalaupun nantinya ceritanya tak suci, tapi kita tetap bisa mendapat kebaikannya dengan prasangka baik.

Baik, mari kita berhitung untuk mulai bercerita.

satu,. dua, .tiga, mulai..,,,,, J J J,

Saya terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Kehidupan keluarga kami terbilang sangat pas-pasan.

Mengenai masalah agama, kami hidup di lingkungan islami. orang tua saya terutama ayah saya adalah guru ngaji di Mushola di Desa tempat saya tinggal, ayah saya yang kadang bekerja disawah pada musim-musim tertentu, tapi setelah musim berganti, ayah kebanyakan nganggur.

Dan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang kerjaannya cuma keliling kesana kemari berjualan pakaian yang penghasilannya tidak menentu. Mereka adalah orang tua yang sangat baik dan sayang terhadap anak-anaknya. ya allah semoga kau meridhoi mereka semua.. aminnn,.

keluarga islami tak membuat saya untuk menjadi anak muslim yang sebenar-benarnya. sewaktu masa SMA, saya tidak bergaul dengan seumuran saya, karna saya menganggap mereka hanya anak yang masih kecil dan sikapnya masih kekanak-kanakan, sehingga saya lebih memilih bergaul dengan teman yang lebih dewasa usianya dari pada saya, dan malah pernah pacaran sama yang usianya lebih tua dari saya. dan berkelahi saja sama yang lebih tua usianya juga pernah. pergaulan inilah yang pada akhirnya membuat saya menjadi anak yang bandel, tidak taat kepada orang tua. itu mungkin karna pergaulan yang menjadikan saya menjadi pribadi yang urak-urakan, cuek waktu itu, yang tidak mengindahkan nasehat mereka (ORTU).

Astagfirullah….

“Ya allah ampunilah dosa saya dan ampunilah mereka (ORTU), sebagaimana mereka menyayangi saya waktu kecil…

Ya allah, ampunilah jikalau saya sering mendzoliminya…

Ya allah, ampunilah jikalau saya sering melukai hati mereka..

Aminnn,.. Ya robbal alamin.”

Sesungguhnya seorang anak dengan tabiatnya senantiasa haus untuk ingin tahu, senang bertanya tentang segala sesuatu yang tidak diketahuinya.  Ia tidak mampu merenung dan berfikir dan tidak mampu menyembunyikan pertanyaannya. Bahkan cendrung segera bertanya kepada ayah atau ibunya untuk mendapatkan jawaban yang secara benar secara cepat. Namun berbeda dengan saya, saya malah kebalikan, dan bertolak belakang dari seorang anak yang dicontohkan diatas.

Namun saya sadar, orang tua adalah salah satu cinta yang menginspirasiku untuk menjadi seorang pemuda yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi pribadi muslim yang insyaallah mencari jati diri yang sebenar-benarnya jati diri, dan pada akhirnya saya berfikir harus berubah setelah memasuki bangku kulyah ini.

Jauh sebelum itu, jauh sebelum saya pada akhirnya memberikan cintaku, dan sebagian dari helaan nafas hari-hariku untuk dakwah ini. Jauh sebelum itu semua, saya adalah sosok yang selalu merasa resah, merasa tak punya kepastian untuk berpijak, merasa canggung dengan hal baru yang tidak pernah kujumpai sebelumnya, atau merasa dunia ini tak adil karena aku belum juga bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk diriku dan orang lain.

Kutatap masjid, kutatap masjid itu yang menjadi tempatku mencari pengetahuan mengenai islam, salah satu UKM disana mengadakan kajian setiap hari selasa, hari rabo, dan malam jum’at yang mudah-mudahan sekiranya kelak saya harap bisa membuatku bertahan dari dunia yang semakin gak karuan ini. Tidak ada yang berubah, sama seperti setahun lalu ketika saya menginjakkan kaki saya disini, ketika kemudian saya harus mendapatkan gelar aktivis dakwah intelektual. Ah, intelektual …. Saya selalu saja ngeri ketika mengingat sebutan itu. Karna saya ngerasa masih belum pantas menyandangnya karna masih merasa kurang baik akhlak, tingkah laku, serta perbuatan dan ucapan. Beban ini rasanya terlalu berat.

Tapi, Teringat kisah Ust. Jefri Albukhori yang konon ceritanya sebelum menjadi seorang Ust. adalah seorang yang mempunyai kehidupan yang kelam juga, pernah terjun kedunia kegelapan yaitu zaman jahiliyah. saya harus mengikuti jejak perjuangan dakwah beliau untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dan saya yakin dengan amanah yang saya emban ini, insyaallah ini yang akan menjadi bagian penting saya dalam membangun ketahanan diri menghadapi segala tantangan. Gabungan antara norma-norma keislaman dengan pengalaman nyata. Ruang tempat kita bercermin dan belajar dari kisah perjalanan hidup yang membawa sejuta hikmah, dari mereka yang tidak pernah berhenti memperbaiki diri.

Rasa maluku masih terus membara, namun dakwah harus terus berjalan.

saya harus ciptakan diri untuk selalu bermanfaat bagi orang lain karna Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. [HR. Tirmidzi]

Dan Menghamba pada yang Maha Mulia niscaya akan mulia, menghamba pada yang hina niscaya akan terhina. [Abu Bakar Ash Shiddiq]

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Ali Imran: 191]

Usaha yang keras dan berdoa yang tekun, baru kita tawakal kepada Allah SWT. [Muhammad SAW]

ayo ikhwan/akhwat, dan teman-teman semua, mari kita merajuk masa depan cerah dengan menjadi kader dakwah yang akan mengguncang dunia. persiapkan langkah kita, mari berpangku, bersama-sama menyusun saf sehingga menjadikan, mendirikan, dan membentuk tembok- tembok dakwah yang kokoh dan kuat.

cerit-cerita tentang kekonyolan diri saya yang saya sampaikan dengan jenaka ini, tentu saja membuat antum/a tertawa, ataupun kasihan. tapi saya tahu ada ‘ibrah-‘ibrah berhikmah yang coba saya sampaikan. saya hanya besukur dan mengucapkan terimakasih dengan cara yang santun. saya merasa sangat tersanjung dalam ketidak pantasan saya, yang ketika diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan berbicara dengan kalian semua.

izinkan saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ayahanda, ibunda, dan antum antumna sekalian yang bersedia mendengarkan saya yang bodoh dan kurang wawasan ini. saya bersyukur sekali telah dianugrahi kesempatan untuk belajar pada kalian semua, terutama pada ayah yang telah berkenan menunjukkan kelemahan-kelemahan saya. terimakasih kepada teman-teman para akhwat dan ikhwan semua yang telah membimbing saya memahami masalah. mudah-mudahan masalah yang kita bahas ini ada hikmah lebih dalam yang kita bisa ambil. walaupun hikmahnya berada didalam sedalam samudra, walaupun lebih tajam setajam silet, dan yang pasti mudahan menjadikan hidup lebih bermakna lagi.

sumber: Buku SALIM A. FILLAH dalam kumpulan tweetnya dari akun @salimafillah yang berjudul “ menyimak kicau merajut makna”.

best seller, SALIM A. FILLAH ”dalam dekapan ukhwah

Perpustakaan Al-Isrok MT AL-KAHFI, FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MATARAM, “catatan perjalanan”.

Majalah AL –INTIMAQ,” jalan kembali ke pusat kendali”,

Iklan

Tentang hairulpgsd2b

Nama saya hairul anam saya kulyah di salah satu Universitas Negeri di Mataram. saya tinggal didesa kawo, kecamatan pujut kabupaten lombok tengah,saya lahir pada tangggal 07 maret 1993, saya anak pertama dari 4 bersaudara, hoby saya bermain musik, moto hidup saya adalah "Gunung kan kudaki Lautan kan kusebrangi Sawah-sawah kucangkuli Lapangan pun kan kusapu tiap hari Asal sukses dapat kuraih "
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di islami. Tandai permalink.