SUDAHKAH KITA MEMBERIKAN WAKTU TERBAIK UNTUK ALLAH ?

SUDAHKAH KITA MEMBERIKAN WAKTU TERBAIK UNTUK ALLAH ?

Hari ini saya lagi mengerjakan tugas nih teman-teman. Ada tugas yang harus segera saya selesaikan dan saya kebagian tugas mengumpulkan file-file yang sudah ada di internet yang lain. Saat mengerjakan makalah ini, ada satu kejadian yang menarik dan memberi pelajaran yang berharga buat saya.
Saat itu saya baru saja mendownload file makalah yang dari internet. Saya harus segera menyatukan file-file tersebut menjadi sebuah makalah yang utuh. Ketika makalah itu sudah hampir selesai saya kerjakan, adzan pun terdengar dari masjid dekat rumah. Setiap kali adzan berkumandang, saya selalu teringat dengan pesan Bapak untuk menunaikan sholat tepat waktu. Saya selalu berusaha menjalankan nasehat dari Bapak (walaupun kadang masih suka telat, tetapi saya berusaha untuk selalu tepat waktu menunaikan sholat lima waktu). Saat mengerjakan tugas itu, saya sebenarnya sudah mau beranjak meninggalkan laptop. Tetapi saya berkata dalam hati, “Sedikit lagi deh.” Saya pun melanjutkan mengerjakan tugas yang sudah hampir selesai. Saat saya ingin meng-copy file dari internet , tiba-tiba mati lampu dan saya belum menyimpan file yang tadi saya kerjakan sementara saya melepas baterai laptop saat mengerjakan tugas tersebut. Saya hanya terdiam melihat kejadian tersebut. Saya tak bisa lagi berkata-kata dan dalam hitungan detik listrik kembali menyala. Saya pun segera memasang baterai laptop dan menyalakan laptop kembali. Saya berdoa semoga file yang saya kerjakan tadi tersimpan. Soalnya ada satu file transletan yang memang belum sempat saya simpan. Saat laptop sudah menyala, saya langsung mengecek file saya di recent document. File makalah yang saya edit, Alhamdulillah masih tersave, tetapi file yang lain tidak tersimpan karena saya memang belum sempat menyimpannya.
Hhhheeemmm, saya pun meninggalkan laptop dan buku-buku yang ada. Saya bersegera mengambil air wudhu dan menunaikan shalat.
Satu lagi pelajaran yang berharga buat saya hari ini. Saya teringat dengan pesan Bapak lagi, “ketika engkau selalu mendahulukan Allah, ketika engkau selalu memberikan yang terbaik untuk Allah, maka Allah pun akan mendahulukanmu dan memberikan yang terbaik untukmu.”
Terkadang kita suka mengeluh kenapa ya rezekiku sedikit, kenapa hasilnya tidak maksimal dan tak seperti yang kuharapkan, dan masih banyak lagi kalimat protes yang mungkin pernah kita lontarkan. Namun, pernahkah kita bertanya pada diri kita, “Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk Allah? Sudahkah kita memberikan waktu terbaik kita kepada Allah? Atau selama ini kita hanya memberikan sisa-sisa waktu kita kepada Allah?”
Kata Ustadz Yusuf Mansyur, “Ketika kita memberikan sisa-sisa waktu kita kepada Allah, maka Allah pun akan memberikan kita sisa-sisa. Karena itu, kita seharusnya memegang prinsip ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS.”
Saya bersyukur dengan semua pelajaran yang diberikan oleh Allah hari ini…
Saya bersyukur karena saya hanya kehilangan file…
Saya selalu berdoa agar saya tidak kehilangan iman…
Saya selalu berdoa agar saya tidak kehilangan cintanya Allah…
Wallahu a’lam bi shawab… ^_^

Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya…
Dan derajat yang setinggi-tingginya…
Bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan dakwah…
Jika ujian dan cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja…
Tentu kita tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat…
Disitulah letak hikmahnya, yakni bagi seorang Da’I…
Harus bersungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini…

Perjalanan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azzam yang lemah, dan pengorbanan yang sedikit…
Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang nanti akan bertanggung jawab bila semua pihak menghindar?
Biarlah Saya yang menanggungnya, semua atau sebagiannya…
Saya harus mengambil alih tanggung jawab ini dengan kesedihan yang sungguh…
Seperti saya menangisinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di mata air peradaban yang modern ini…

Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi…
Semangat juang yang tak pernah pudar…
Ajaran yang mereka bawa tetap bertahan melebih usia mereka…
Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tidaklah panjang…
Tetapi cita-cita, semangat, dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka…
Apa artinya usia panjang, namun tanpa isi…
Sehingga kita hanya bisa diingat oleh tiga baris kata yang dipahatkan di nisan kita…
Si Fulan, lahir tanggal sekian-sekian, dan wafat tanggal sekian-sekian…

Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasn berpikir yang luas dan mulia…
Manusia yang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian…
Tetapi anjing yang berada di dekat cincin berlian, tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian tersebut…
Dia akan berlari mengejar tulang lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya…

Berapa banyak orang menguasai ilmu serta dikenal sebagai ilmuawan, ulama atau da’i…
Namun kehilangan potensi hati nurani…
Mereka yang hanya mengejar dunia yang memiskinkan rakyat dan menguras kekayaan bangsa untuk kepentingan sendiri…
Adalah anjing yang bercebur di telaga bening karena kebodohannya menerkam bayangan dirinya sendiri…

Kalau hanya berdakwah, kita memang bisa…
Tetapi apakah kita bisa cinta dengan dakwah?
Cinta itu butuh pengorbanan, waktu, tenaga, dan harta…
Allah telah menggiring kita pada keimanan dan dakwah saja merupakan suatu kebahagiaan besar…
Apakah pantas kita mengharap imbalan yang lebih dari itu?
Apalagi berupa jabatan, kesenangan, atau kemewahan ?

Ada jutaan tipu daya yang akan menyerang…
Musuh bukanlah yang bersenjata misil tetapi bisa jadi diri kita sendiri…
Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia…
Bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh…
Dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian…

Kematian hati…
Banyak orang tertawa sedang maut mengintainya…
Banyak orang yang cepat datang ke shaf shalat, tetapi ternyata cepat pula dia pergi…
Dingin…
Tanpa penghayatan…
Banyak orang yang sedikit beramal, tapi disebut-sebutnya banyak sekali…
Merendahlah…
Engkau kan seperti bintang-gemintang…
Berkilau dipandang orang di atas riak air dan sang bintang pun jauh tinggi…
Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit, padahal dirinya rendah…

#Film Sang Murabbi…
Mengenang Ustadz Rahmat Abdullah…
Kita tak berpisah, tapi kita hanya mempersiapkan suatu pertemuan yang kekal…
Keep Istiqomah… 

Iklan

Tentang hairulpgsd2b

Nama saya hairul anam saya kulyah di salah satu Universitas Negeri di Mataram. saya tinggal didesa kawo, kecamatan pujut kabupaten lombok tengah,saya lahir pada tangggal 07 maret 1993, saya anak pertama dari 4 bersaudara, hoby saya bermain musik, moto hidup saya adalah "Gunung kan kudaki Lautan kan kusebrangi Sawah-sawah kucangkuli Lapangan pun kan kusapu tiap hari Asal sukses dapat kuraih "
Gambar | Pos ini dipublikasikan di islami. Tandai permalink.