cewek atau akhwat ataukah akh WAOOOOoooww … ???

cewek atau akhwat ataukah akh WAOOOOoooww ... ???

Sebagai seorang muslim khususnya Wanita, diwajibkan untuk memakai Jilbab, seperti yang tertulis dalam satu ayat di Al Qur’an berikut:
Allah SWT berfirman :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

* Gaya Pacaran Wanita Berjilbab

Ngomongin gaya pacaran remaja jaman sekarang, Cewek ‘Wanita’ Berjilbab mungkin gak jauh beda sama cewek yang ga make jilbab. Mulai dari foto, tempat pacaran, waktu pacaran, cara pacaran’nya, de el el. Hal ini sering kita lihat sendiri lah.

saya salah satu cowok yang mengagumi wanita berjilbab karna menurut saya mereka lebih terlihat sebagai sosok wanita (cewek) yang solehah, sopan, menutupi ‘aurat’ keindahan tubuhnya kecuali untuk suami. (saya juga punya keinginan punya istri yang solehah dan memakai jilbab. 🙂 )

saya minta maaf buat sobat khusunya cewek / wanita yang berjilbab, kalo tulisan saya tentang wanita berjilbab diatas menyinggung dan kurang berkenan. saya cuma berbicara apa adanya yang terlihat dan terjadi di sekitar saya, ga ada maksud buat menjelek-jelekan apa lagi menghina, saya MINTA MAAF BANGET.

sebagian cowok biasanya menyukai cewek yg sexi, tapi beda sama saya disini, atau klok didalam majelis AL-KAHFI kami menyebutkan akhWAOOooooww bukan akhwat , kenapa kami menyebutkan akhWAOOOoooWWww ..?? karna mereka yang gak pake jilbab ataupun berpakean sexi .
hemmm.. sexi, Sebagai seorang muslim khususnya Wanita, diwajibkan untuk memakai Jilbab, seperti yang tertulis dalam satu ayat di Al Qur’an berikut:
Allah SWT berfirman :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

buat kalian semua, baik itu buat laki-laki maupun perempuan, bagaimanapun akhlak orang, sejelek- jelek akhlak orang pasti ingin mendapatkan pasangan yang baik.. cobak kalian renungi itu. sebusuk apapun kita sebagai laki-laki pasti ingin mendapatkan wanita yang baik, begitupula sebaliknya.
tapi kembali ke surat alQur’an yang menyebutkan bahwa laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik, begitupula sebaliknya.
tapi dengarkan ini, kalian, saya, dan kita semua jangan harap mendapatkan pasangan yang baik jika kita semua tidak bisa menjadi orang yang AKHLAKNYA baik. baik disini bukan baik karna memberikan sebuah jajan, biskuat, ataupun sejenisnya. tapi baik disini adalah baik akhlaknya ,
astagfirullah, saya merasa takut klok berbicara mengenai akhlak yang baik, namun disini saya mau tanya pada kalian- kalian ,, apakah kalian merasa sudah baik akhlakmu …?? . hemm…hemmm…hemmm…
hanya kalian sendiri yang tahu, tapi saya tidak membahas mengenai akhlak, karna saya sendiri merasa akhlak saya kurang baik ataupun tidak baik. saya berbicara mengenai jilbab. hanya saja saya jadi teringat kembali sesaat setelah membaca postingan dari dek Andiah, dia menceritakan tentang kajian yang di ikutinya bersama Ibu Fathiya Khatib beberapa waktu yang lalu.
Dalam kajian tersebut, Ibu Fathiya Khatib bercerita bahwa pada suatu ketika, beliau pergi dengan menggunakan taksi. Beliau lantas terlibat percakapan dengan sang supir taksi tersebut.

“Bu.. Ibu sudah lama pake jilbab? Dari kapan?”

“Wah..dari kapan ya? Dari lulus SMA”

“Tapi Ibu Islam kan?”

Ibu Fathiya pun heran kenapa sang supir menanyakan hal tersebut. Ternyata, setelah berbincang-binc ang lebih lanjut, sang supir pun menceritakan kisahnya.

Alkisah, pada suatu hari, supir taksi ini mendapat penumpang seorang wanita berjilbab. Tak berapa lama, supir dan perempuan muda itu terlibat perbincangan, yang hampir mirip dengan perbincangan sang supir dengan Ibu Fathiya tadi.

“Mbak, sejak kapan pakai jilbab?” tanya supir taksi.

“Oh, saya bukan muslim Pak…” jawab si wanita, yang tentu saja membuat sang supir kaget bercampur heran.”

“Saya suka aja pakai jilbab. Rasanya nyamaan gitu kalo pake jilbab. Orang-orang nggak berani macem-macem, nggak godain, saya ngerasa aman.” begitu kata wanita itu. Lantas lanjutnya, ” ..sayang, orang muslim sendiri tidak paham dengan jilbab.”

*******

Lihat?!, Bahkan mereka yang notabene bukan muslimah pun tau betapa pentingnya menutup aurat. Sementara di antara para muslimah itu sendiri masih ada yang ragu untuk mulai menjalankan perintah Allah ini.

Semoga kisah yang sedikit ini dapat menjadi renungan bersama,,,Aamiin

*CURHAT dulu TENTANG MUSLIMAH BERKERUDUNG*
Ini adalah unek-unek saya yang banyak dikecewakan oleh performa para muslimah yang nampak di depan kedua biji mata saya sehari-hari. Di tengah kegembiraan banyak orang yang melihat kerudung pada saat ini menjadi trending fashion banyak muslimah, saya sebenarnya gemas, kecewa, galau dan marah, tapi juga bingung.
Pangkal kekecewaan saya adalah soal kesenjangan antara kerudung dengan gaya hidup mereka. Mengapa banyak muslimah yang berkerudung sekedar puas dengan berkerudung. Seolah-olah kerudung itu sudah babak final dalam penampilan dan lifestyle, kenapa mereka tidak mau meningkatkan kepribadian mereka, pemahaman mereka dan menjaga diri mereka? Kenapa? Kenapa? Please, somebody help me!

Coba, pembaca pikirkan, bagaimana saya tidak bingung melihat seorang muslimah berkerudung tapi body mereka tampak melendung-melendung. Wajah manis berkerudung dalam balutan kemeja ketat yang kancingnya seolah mau meloncat karena ketarik bodi mereka yang sudah baligh, dan panggul ke bawah dililit jeans ketat – malah ada juga yang nekat pake legging (gubraaag) – sehingga ‘aset nasional’ mereka dikibarkan ke mana-mana. kawannnn….! Maaf kalau saya sarkastis, tapi Anda ini kan muslimah, bukan hewan qurban yang dinilai dari bobot badan dan kemontokan tubuh. Sapi dan domba qurban sengaja di-display-kan dengan vulgar di pinggir jalan agar orang-orang yang mau berkurban ngiler untuk membelinya dan mengurbankannya untuk fakir miskin.

Tapi anda kan muslimaaaah, bukan kambing qurban. Semakin Anda tertutup semakin ‘mahal’ harga anda di hadapan Allah, beda dengan hewan qurban yang semakin nampak sintal bodinya makin mahal harganya. Pahamkah kekesalan saya, mbak broo ?! Ini bukan berarti saya ini maho atau cowok KW. Bukan. Saya pria tulen.

Saya senang dengan kecantikan dan keindahan wanita karena itu kodrat saya, tapi kan Allah melarang saya meneropong tubuh kalian dari ujung rambut ke ujung jempol.

Jadi, please, saya minta kerja samanya, jangan bikin hidup saya yang susah jadi tambah susah. Kalau memang anda cantik dan punya penampilan berkelas biarlah suami anda saja yang nanti berhak untuk melihatnya. Saya masih lelaki dan saya masih takut nambah saldo dosa. Pakaian anda bila keluar rumah adalah kerudung dan baju panjang yang kita sebut jilbab. Itu yang diperintahkan Allah kepada anda dan yang sekaum dengan Anda. Kalau anda senang dengan tank top, body doll, mini skirt, atau hotpants ya silakan dipakai di balik jilbab anda. Tidak usah saya diajak mengintip semuanya.

Saya juga gerah dan marah kala menyaksikan ada remaja berkerudung jadi alay-alay di layar kaca. Entah di acara t**** p****, atau yang sejenisnya. Sama saat saya juga geli dan ketawa garing ngeliat kalian-kalian berkerudung ngantri tiket s*****

Tapi bukan soal itu saja yang membuat emosi saya kadang meradang melihat anda dan teman-teman anda. Ada soal lain yang saya terus terang gerah dan jadi garang. Apa? Pacaran! Saya sering geleng kepala kalau sudah melihat cewek berkerudung – apalagi berjilbab – berasyik masyuk dengan cowok yang bukan mahram dan suami juga bukan. Boleh percaya atau tidak, ukhti, saya pernah mendamprat – ini mungkin terlalu dramatisasi, tepatnya mempermalukan – sepasang kekasih di dalam angkot. Keduanya siswa almamater sekolah saya. Tapi yang bikin kepala panas adalah ceweknya berkerudung rapih dan cowoknya berjenggoooot (saya saja sampai sekarang belum sukses menumbuhkan jenggot!) Keduanya duduk di pojokan angkot dan tangan tuh cewek ada dipangkuan cowoknya sambil diremas-remas. !Astaghfirullah al-‘azhim!“Udah nikah, belum?” tanya saya panas.“Eh, belum, Pak?” jawab tuh cowok blingsatan sambil melepaskan tangan ceweknya. Untung nggak dilepaskan dari persendian badannya. Bla, bla, bla, saya nasihatin mereka berdua. Entah keduanya paham omongan saya atau tidak. Entah setelah itu mereka bubar pacaran atau malah menganggap sikap saya sebagai ujian.

Di mana-mana saya sering lihat akhwaoowww berkerudung berasyik masyuk dengan pacar-pacar mereka. Di atas motor Kawasaki Ninja yang keren ada akhwaoow yang lengket ke punggung cowoknya ( jadi ingat seseorang…siapa ya…).
Karena tuh motor Jepang jok belakangnya nungging maka cewek berkerudung itu ikutan nungging dan makin bersandar ke punggung cowoknya. Mungkin sambil berpikir bangga ‘cowok gue motornya keren’. nggak peduli pada komentar orang-orang yang menyaksikannya. Saya sebaaal lihat cewek seperti itu.

Saya juga marah pada kawan saya yang pernah cerita kalau dia pernah diajak warga menggerebeg sepasang mahasiswa yang sedang mesum di malam hari di bulan suci Ramadhan. Ceweknya…..? Mahasiswi berkerudung! Coba bayangkan saudara-saudara, keduanya ketangkap basah sedang mesum di bulan Ramadhan pula! Saat orang berburu pahala, mereka malah saling berburu paha (tanpa la). Kalau mereka orang atheis, saya nggak bakal marah. Tapi dia berkerudung. Sad but true. Saya marah pada kawan saya itu kenapa story buruk kayak begini harus diceritakan pada saya. Bikin saya makin sebal pada wanita berkerudung yang liar seperti itu. Tapi itu bukan satu-satunya cerita, masih banyak cerita yang serupa yang saya dengar dari kawan-kawan yang lain. Ada juga yang cerita kalau di antara cewek berkerudung itu ada yang jadi wanita panggilan. Malah katanya tarifnya premium call alias bisa lebih mahal karena kesannya eksotis dan reliji.
‘jilbabi dulu hatimu sebelum tubuhmu’. Apa maksudnya? Sok berfilsafat tapi gajebo, ga’ jelas bo!

Nanti para cewek yang pakai hotpants bisa berdalih ‘ mas, jangan lihat tubuh seksi saya, tapi rasakan hati saya yang berjilbab’ Pernahkah ketika cewek memutuskan untuk berkerudung apalagi berjilbab merenung bahwa harus ada sebuah perubahan dalam hidup anda ? Akan lebih terjaga, lebih dekat kepada Allah, dan lebih berani meninggalkan maksiat? Kekesalan itu saya tumpahkan di sini, biar kalian baca kalau apa yang kalian lakukan itu berbahaya, dosa dan merusak korps wanita berkerudung dan berjilbab. Kalaupun kalian tidak baca, saya berharap agar ada yang meng-copy paste tulisan ini dan sharing ke mana saja agar dibaca oleh cewek dan yang se-alam dengan akhwaooooooow

Untuk cewek yang sudah terlanjur membacanya dan marah-marah, saya harap agar malam nanti merenung; sudah benarkah gaya hidup saya? Percayalah, mencopot kembali kerudung bukan jawaban yang benar. Yang harus anda lakukan adalah terus menyelam dalam ajaran Islam yang indah dan menyejukkan ini. Banggalah sebagai wanita berjilbab dan jagalah kehormatan diri sampai mati. That’s all, ukhti fillah!

———–
Memang agak bombastis dan lebay, he2, namun point nya diterima. Sama2 saling mengingatkan, bagi teman2 muslimah kepada sesamanya yg belum baik, dan terus doakan, semoga diberikan taufik dan hidayah.

Iklan

Tentang hairulpgsd2b

Nama saya hairul anam saya kulyah di salah satu Universitas Negeri di Mataram. saya tinggal didesa kawo, kecamatan pujut kabupaten lombok tengah,saya lahir pada tangggal 07 maret 1993, saya anak pertama dari 4 bersaudara, hoby saya bermain musik, moto hidup saya adalah "Gunung kan kudaki Lautan kan kusebrangi Sawah-sawah kucangkuli Lapangan pun kan kusapu tiap hari Asal sukses dapat kuraih "
Gambar | Pos ini dipublikasikan di islami. Tandai permalink.

3 Balasan ke cewek atau akhwat ataukah akh WAOOOOoooww … ???

  1. aaaa berkata:

    great…
    like it so…

  2. ida iasha berkata:

    gimana pendapatnya kalau cewek berjilbab, aktivis partai yang basisnya islam, jilbabnya panjang, umurnya jg sdh panjang/ alias tua/ deket2 dg 40 tahunlah, ngomongnya dakwah, tapi dari subuh sampai subuh lagi chatingannya/ sms-annya, saling ngingetin sholat katanya, malah nganjurin tahajutan, panggil honey2an, saling muji satu sama lain dan yang paling menjijikan merindukan suami orang, katanya diketemukan kembali karena Allah. Katanya saling kasih mengasihi/ persaudaraan islam??
    Yang jadi pertanyaan apakah yang begitu persaudaraan islam??? apa memang pengkaderan partai tersebut tamengnya dakwah???

    • hairulpgsd2b berkata:

      bismillahirohmanirohim, , terimakasih ida aisah atas komentar sekaligus pertanyaannya.
      yang jadi pertanyaannya kan apakah yang seperti itu persaudaraan islam?, ketika kubaca firman-NYA, ” sungguh tiap mukmin bersaudara” aku merasa, kadang ukhwah tak perlu dirisaukan,tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman. ya, kubaca firman-NYA,” sungguh tiap mukmin bersaudara” aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai. kubaca firman-NYA mengenai persaudaraan, dan aku makin tahu, mengapa dikala lain diancamkan. “para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang yang beriman”
      nah sudah jelas bahwa disini kita bersaudara, mengenai gimana pendapat saya kalau cewek berjilbab, aktivis partai yang basisnya islam, jilbabnya panjang, umurnya jg sdh panjang/ alias tua/ deket2 dg 40 tahunlah, ngomongnya dakwah, tapi dari subuh sampai subuh lagi chatingannya/ sms-annya, saling ngingetin sholat katanya, malah nganjurin tahajutan, panggil honey2an,saling muji satu sama lain ,. tidak apa-apa malah bagus karna saling mengingatkan dan mempererat tali silaturahmi.., namun jikalau orang itu alim, sholat tahajud, tapi masih merindukan suami orang,. astagfirullah., kata ustad, kalau disatu sisi ada orang sering sholat, beramal, namun disisi lain dia berbuat dosa, berzina,. berarti sholatnya itu belum baik(sempurna/khusuk),. jika engkau merasa bahwa segala sesuatu yang disekitarmu gelap dan pekat, maka engkaulah penerang ssebagai cahaya. tidakkah engkau curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?.. aku anjurkan padamu baca buku salim afillah ya? yang berjudul DALAM DEKAPAN UKHWAH” insyaallah disana anda akan mengetahui segala jawaban mengenai persaudaraan.. itu ya jawaban dari saya semoga bermanfaar,
      asalamualaikum wr.wb.

Komentar ditutup.