PEMUDA/i MEWARNAI PERAN KEHIDUPAN

 PEMUDA/i MEWARNAI PERAN KEHIDUPAN

Pemuda Mewarnai Peran-Peran Kehidupan
Apa yang harus dilakukan anak muda itu sama seperti yang mesti dilakukan seorang petani. Ia wajib mempersiapkan diri untuk menghadapi musim hujan. Bila ia menghabiskan seluruh hasil panennya, tentu ia akan miskin saat sudah tidak panen lagi.
-Ibnu al Jauzi, Shaid Al-Khâtir-

Berbicara tentang pemuda maka ada banyak cerita inspiratif yang akan terpapar. Mulai dengan semangat tingginya dalam menjalani hidup. Tentang perannya yang begitu besar. Fisiknya yang kuat. Pemikiran dan ide-idenya yang cemerlang. Dan tentang kesempatan emas ini; masa muda untuk apa ia habiskan. Apakah untuk amal kebaikan atau keburukan. Tapi semoga kita termasuk kedalam segolongan pemuda yang selalu berada dalam koridor kebaikan dan petunjukNya seperti yang tercantum dalam surat Al-Kahf [18] ayat 30, “Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.” Dan surat Al-Kahf ayat 13, “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

Sebelum saya lebih jauh melanjutkan tulisan ini. Ada sebuah motivasi tentang pentingnya peran seorang pemuda yang diungkapkan oleh ‘Umar bin al Khaththab; “Ketika aku mengalami sebuah permasalahan, maka aku akan memanggil para pemuda.” Dan sebuah ungkapan dari orator muda yang ulung; presiden pertama RI; Ir. Soekarno berpesan; “Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan menggemparkan dunia!”

Bila kita menyaksamai jalannya alur sejarah dan peradaban dunia. Mulai dari diciptakannya manusia pertama; Nabi Adam ‘Alaihissalam dan Siti Hawa hingga kehidupan modern saat ini. Jelaslah tampak di setiap zamannya. Bahwa peran pemuda sebagai lokomotif penggerak utama pasti ada. Dalam kaitannya mewarnai segala peran-peran kehidupan di dunia yang fana ini.

Mulai dari kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dengan ide cerdasnya yang mampu menghancurkan berhala-berhala sesembahan pengikut Raja Namrud yang musyrik. Dari nya kita belajar tentang strategi dan keberanian. Kemudian kisah Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, seorang pemuda tampan yang mampu mengalahkan godaan seorang wanita cantik; Siti Zulaikha pada saat suatu kesempatan ketika ia diajak berbuat maksiat. Dari nya kita belajar tentang keteguhan iman. Lalu dari Nabi Musa ‘Alaihissalam kita belajar arti kegigihan dalam berjuang. Dari Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam kita belajar tentang kejujuran, kesabaran dan kepemimpinan. Dan masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif lainnya, yang terukir pada masa muda. Tapi cukuplah beberapa sajian kisah diatas, semoga terwakili.

Karena masa muda adalah masa dimana kekuatan itu masih terkumpul. Mulai dari kekuatan fisik, pikiran, semangat dan motivasi yang masih terjaga. Dan siap untuk di berdayagunakan. Seperti yang tersirat dalam Al-Qur’an surat Ar-Rûm [30] ayat 54, “Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” Berbeda dengan ketika kita masih anak-anak yang masih suka bermain. Dan ketika tua butuh banyak istirahat karena fisik sudah tidak sekuat ketika masa muda lagi.

Maka mari kita manfaatkan masa muda ini dengan sebaik-baiknya. Untuk beramal kebaikan dengan semaksimal mungkin. Dan engkau pun tercatat dan dikenang dalam sejarah. Seperti yang diungkapkan Wildan Taufiqur Rahman dalam bukunya “Ideas for Kampus Madani”; “Saya yakin sejarah hari ini tidak bisa terulang di hari yang lain. Sebuah momentum terbaik tidak selalu lahir untuk kedua kalinya.” Dan momentum terbaik itu adalah masa muda.

Untuk mu para pemuda mari kita warnai peran-peran kehidupan yang kita jalani di dunia yang fana ini dengan cahaya petunjukNya.

Sumber Inspirasi:
Al-Qur’an dan Terjemahannya. PT Mizan Pustaka.
Al-Jauzi, Ibnu. 2010. Shaid Al-Khâtir. Yogyakarta: Darul Uswah.
Rahman, Wildan Taufiqur. 2013. Ideas for Kampus Madani. Malang: AE Publishing.

Iklan

Tentang hairulpgsd2b

Nama saya hairul anam saya kulyah di salah satu Universitas Negeri di Mataram. saya tinggal didesa kawo, kecamatan pujut kabupaten lombok tengah,saya lahir pada tangggal 07 maret 1993, saya anak pertama dari 4 bersaudara, hoby saya bermain musik, moto hidup saya adalah "Gunung kan kudaki Lautan kan kusebrangi Sawah-sawah kucangkuli Lapangan pun kan kusapu tiap hari Asal sukses dapat kuraih "
Gambar | Pos ini dipublikasikan di islami. Tandai permalink.