“WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA”
Karya: Hairul Anam
Prodi: S1 PGSD
Kupandang  wajah  itu  dari  kejauhan,  tampak  sebingkai  harapan  yang
terpancar  bagai  matahari  yang  terang  menyilaukan  kedua  mata.  Sesekali
kumerenung  memikirkan  bagaimana  nasip-nasip  dari  wajah  itu,  didalamnya
penuh dengan mutilasi-mutilasi kehidupan yang membuat para korban berjatuhan,
menangis  dan meratapi ketidak adilan dan ketidak sesuaian dengan harapan dan
kenyataan. Namun ketika kita pandang wajah itu  lebih dalam lagi  dengan penuh
penghayatan  bukan  sekedar  merenunginya,  ternyata  terlihat  ada  sebutir-sebutir
debu  diwajahnya  yang  ternyata  penuh  dengan  duka  dan  derita.  Realitas  ini
ternyata  membuahkan  kesadaran  baru,  yang  berkembang  melalui  kebangkitan
nasional  (1908)  dan  diteruskan   sumpah  pemuda  sebagai  wujud  keinginan
generasi muda menuangkan satu tekad (1928), dan puncaknya adalah Proklamasi
Kemerdekaan  tahun  1945.  Namun  apakah  sampai  disitu  masalahnya  ?;  apakah
sudah tidak ada lagi persoalannya?; atau apakah kita sudah benar-benar merdeka?
Mencermati realitas ini, maka diperlukan upaya-upaya tertentu, agar setiap
warga  bangsa  memiliki kesadaran  yang  tinggi  terhadap  tanah  airnya.  Kesadaran
ini  harus  tumbuh  dan  berkembang  sebagai  wujud  tanggung  jawab,  dan  bukan
hanya  sebagai  kepentingan  sesaat  belaka.  Sisi  lain  yang  harus  diagendakan
menjadi  perhatian  adalah  kemajuan  dibidang  pendidikan.  Terkait  dengan
globlisasi  yang  ditandai  dengan  semakin  kuatnya  pengaruh  institusi
kemasyarakatan internasional, negara-negara maju yang serta merta ikut mengatur
percaturan  perpolitikan,  perekonomian,  social  budaya  hingga  pertahanan  dan
keamanan  global.  Realita  ini  akan  mengkondisi  tumbuhnya  berbagi  konflik
kepentingan,  baik  antara  negera   maju  dan  negara  berkembang,  antara  negara
berkembang  dan  berbagai  institusi  internasional.  Sisi  lain  isu  global  yang
manifestasinya berbentuk demokratisasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup
turut serta mempengaruhi keadaan nasional.
Seperti  yang  pernah  diungkapkan  salah  satu  rektor  sebuah  universitas,
“tanpa  pendidikan  kewarganegaraan  yang  tepat  akan  lahir  masyarakat  egois.
Tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan, keragaman yang ada akan menjadi
penjara  dan  neraka  dalam  artian  menjadi  sumber  konflik.  Pendidikan,  lewat
kurikulumnya, berperan penting dan itu terkait dengan strategi kebudayaan.”
Beliau menambahkan bahwa ada tiga fenomena pasca perang dunia II,yaitu :
Fenomena  pertama,  saat  bangsa-bangsa  berfokus  kepada  nation-building
atau  pembangunan  institusi  negara  secara  politik.  Di  Indonesia,  itu  diprakarsai
mantan Presiden Soekarno. Pendidikan arahnya untuk nasionalisasi.
Fenomena  kedua,  terkait  dengan  tuntutan  memakmurkan  bangsa  yang
kemudian  mendorong  pendidikan  sebagai  bagian  dari  market-builder  atau
penguatan pasar dan ini diprakarsai mantan Presiden Soeharto.
Fenomena  ketiga,  berhubungan  dengan  pengembangan  peradaban  dan
kebudayaan.  Singapura,  Korea  Selatan,  dan  Malaysia  sudah  menampakkan
fenomena  tersebut  dengan  menguatkan  pendidikannya  untuk  mendorong  riset,
kajian-kajian, dan pengembangan kebudayaan
Pendidikan  indonesia,  tidak  seindah  kupu-kupu.  Sungguh  alangkah
syahdunya  menjadi  kepompong  yang  berkarya  dalam  diam,  bertahan  dalam
kesempitan. Tetapi bila tiba waktunya untuk menjadi kupu-kupu tak ada pilihan
lain  selain  terbang  menari-nari  melantunkan  kebaikan  diantara  bunga,  dan
menebar keindahan pada dunia, Tetapi tidak dengan pendidikan di indonesia
Wajah pendidikan indonesia, sungguh ironis kita lihat.  Katanya Pengaruh
pendidikan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung dalam perkembangan serta
kehidupan  masyarakat, kehidupan kelompok, dan kehidupan setiap individu. Jika
bidang-bidang  lain  seperti  ekonomi,  pertanian,  perindustrian  berperan
menciptakan  sarana  dan  prasarana  bagi  kepentingan  manusia,  maka  pendidikan
berurusan langsung dengan pembentukan manusia. Pendidikan menentukan model
manusia  yang  akan  dihasilkannya.  Katanya,  pendidikan  juga  memberikan
kontribusi  besar  bagi  kemajuan  suatu  bangsa  dan  merupakan  wahana  dalam
menterjemahkan  pesan-pesan  wajah  yang  terpancarkan  serta  membangun  watak
bangsa.  Itu  mungkin  tujuan  yang  ingin  dicapai  dan  dicita-citakan.  Tetapi  kalau
kata kakek saya,  kita lihat lebih teliti wajah pendidikan itu, banyak  sekali dakidaki dan debu-debu, dan jerawat  yang masih  nempel dan  belum bisa dibersihkan
dan  belum  bisa  ditemukan  obat  yang  tepat.  Maka  saya  membuat  suatu  produk
untuk  mengatasi  wajah  yang  penuh  dengan  jerawat  itu  yaitu  “PENDIDIKAN
WHITE  BEAUTY”  untuk  wajah  pendidikan  tampak  lebih  putih,  merona  dan
bersinar.
Persoalannya  sekarang,  pendidikan  yang  bagaimanakah  yang  harus
dikembangkan  untuk  membebaskan  masyarakat  dari  keterpurukan,  agar  dapat
mengangkat  harkat  dan  martabat  bangsa,  serta  membebaskan  bangsa  dari
ketergantungan terhadap negara lain?.
Jawabannya  sederhana,  yakni  pendidikan  yang  dapat  mengembangkan  potensi
masyarakat,  mampu  menumbuhkan  kemauan,  serta  membangkitkan  nafsu
generasi bangsa untuk menggali berbagai potensi, dan mengembangkannya secara
optimal bagi kepntingan pembangunan masyarakat secara utuh dan menyeluruh.
Sementara itu, hasil survey The Political And Economic Risk Consultancy (PERC)
yang  dimuat  The  Jakarta  Post  yang  saya  baca  menunjukkan  betapa  rendahnya
kualitas  pendidikan  indonesia  dibanding  negara  lain  di  Asia,  bahkan  berada
dibawah Vietnam.
Persoalan  lainnya  adalah  berlangsungnya  pendidikan  yang  kurang
bermakna  bagi  pengembangan  pribadi  dan  watak  peserta  didik,  yang  berakibat
menurunnya  moralitas  dan  kesadaran  makna  hakiki  kehidupan.  Pembelajaran
yang  berorientasi  pada  akhlak  dan  moralitas  serta  pendidikan  agama  kurang
diberikan  dalam  bentuk  latihan-latihan  pengalaman  untuk  menjadi  corak
kehidupan sehari-hari.
Persoalan  yang  lain  juga  kebijakan  dalam  bidang  pemerataan  misalnya,
dimaksudkan agar semua warga negara indonesia memperoleh kesempatan yang
sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas idealnya, warga negara yang
tinggal  dipedalaman  seperti  saya  dan  didaerah  terpencil  seperti  saya  bisa
memperoleh  pendidikan  gratis  yang  berkualitas  seperti  saudara  saya  yang  ada
dikota.  Demikian  halnya  juga  warga  negara  yang  miskin  harus  mendapatkan
pendidikan  yang  sama  kualitasnya  dengan  mereka  yang  kaya,  sehingga
pendidikan  berkualitas  menjadi  milik  bersama  seluruh  warga  masyarakat
indonesia.  Di indonesia, orang pandai sudah  cukup banyak, orang terampil juga
sudah  membeludak.  Masalahnya  bagaimana  agar  mereka  memiliki  kemauan
untuk  memanfaatkan  kepandaiannya  dan  keterampilannya  bagi  pemecahan
berbagai  persoalan  masyarakat  dan  bangsa,  dalam  skala  kecil  sekalipun,  bukan
malah menambah masalah dan menghambant pembangunan.
Tulisan saya ini dapat menjadi inspirasi dan membantu berbagai lembaga
pendidikan,  dalam  rangka  memperbaiki  kualitas  pendidikan  melalui  perbaikan
dan peningkatan kualitas orang-orang  yang pintar dan orang  yang belum pintar.
Apakah  orang  yang  pintar  sekarang  ini  belum  profesional,  serta  belum  mampu
menciptakan  sistem  pendidikan  dan  menjadikan  orang-orang  yang  ikut  disuatu
pendidikan  memiliki  kemampuan  untuk  menjadikan  pendidikan  di  indonesia  ini
menjadi  lebih  baik  sesuai  yang  kita  idam-idamkan  bersama.  Apakah  anda  juga
termasuk orang yang pintar itu atau calon orang pintar ?; ayo temukan persoalan persoalannya dan mencari tahu apa jawabannya.
Profil Singkat Penulis
Hairul  Anam  lebih  akrab  dipangggil  Hairul  atau  Irul  atau  bisa
juga  dipanggil  Anam.  Pria  kelahiran  Batu  bangka  Kawo,  07  Maret
1993 ini  adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Beliau  ini adalah anak
dari  pasangan  suami  istri  dari  Pa’ah  dan  Rohani.  Beliau  ini  sudah
menerbitkan berbagai artikel lepas.
Hairul  sangat  suka  menulis  dan  berbagi  ilmu  dengan  para
pembaca  blognya  (hairulpgsd2b.wordpress.com)  dan  facebook  (hairul
anam),  dan  email:  (hairul.pgsd2b@gmail.com)   Hobynya  adalah
musik, khususnya memainkan alat musik gitar, dan lagu Nasyid
Penulis  sekolah  di SDN Barepaok  tamat  pada  tahun  (2006) Dan tamat di
SMPN 2 Pujut Lombok Tengah (2009), dan tamat di SMAN 1 Pujut kabupaten
lombok  tengah  (2012).  Kemudian   melanjutkan  kuliyahnya  di  Universitas
Mataram  program  studi  S1  PGSD  tahun  2012.  Semasa  kuliyah,  penulis  banyak
mengikuti  berbagai  organisasi  baik  itu  organisasi  diluar  dan  di  dalam  kampus
Universitas,  diantaranya  organisasi  IPMK  (Ikatan  pelajar  dan  mahasiswa  kawo)
(2012),  FORMULA  (Forum  Mahasiswa  Lombok  Tengah),  KAMMI  (Kesatuasn
Aksi  Mahasiswa  Muslim  Indonesia)  di  HUMAS  (Hubungan  Masyarakat)  tahun
2013. Selain itu, penulis mengikuti organisasi di dalam kampus juga, diantaranya
ikut di BEM (Badan Eksekutip Mahasiswa) sebagai anggota (2013),DPM (Dewan
Pertimbangan Mahaiswa) sebagai ketua komisi III tahun 2012, dan ikut di Majelis
Taklim  Al-Kahfi (Mt Al-kahfi) sebagai koordinator di KOMPI (Komunikasi Dan
Pusat  Informasi)  tahun  2012.  Dan  juga  ikut  di  Himpunan  Mahasiswa  Program
Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPS PGSD) sebagai staf kerohanian.

 

Gambar
Moto  hidup  penulis  adalah:  Gunung  kan  kudaki,  lautan  kan  kusebrangi  dan
sawah – sawah kan kucangkuli setiap hari asal sukses kuraih.

Iklan
Sampingan | Posted on by

manajemen waktu

Manajemen waktu

Waktu adalah aset terbesar yang diberikan allah kepada kita dengan kuota 24 jam sehari semalam. Sebagian orang memanfaatkan waktu dengan baik, bahkan lagi kesulitan melakukannya. Hal terpenting dari perjalanan waktu adalah bukan berapa waktu yang sudah kita lewati, namun seberapa banyak kita memanfaatkan waktu dengan kebaikan. Pemanfaatan waktu yang efektif adalah mengukur skala prioritas sendiri dalam kehidupan. Apa yang paling penting dan utama inilah yang dikerjakan terlebih dahulu meski harus menyingkirkan keinginan. Mulailah berikir kedepan karna kita senantiasa mempersiapkan peerbekalan. Setiap orang tentunya menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan. Namun, jika semua keinginan itu tidak kita usahakan maka semua tidak akan kita dapatkan. Banyak diantara kita yang menginginkan kesuksesan namun tidak pernah berusaha dan cendrung membesar-besarkan kemalasan. Rasa ingin membeli ini dan itu namun tidak mau bekerja, bahkan menginginkan surga tapi tidak pernah beribadah. Orang yang sadar dan tercerahkan adalah orang yang sadar bahwa usia semakin bertambah namun semakin berkurang dan menyadari waktu tidak akan terulang kembali. Sementara orang yang tidak sadar adalah orang yang menyianyiakan waktu.

Seprtinya kita tidak layak untuk melupakan sabda nabi,”teruslah bekerja seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau mati esok pagi”

Waktu yang dialami manusia di dunia berbeda dengan waktu yang dialami kelak di hari kemudian. Ini disebabkan dimensi kehidupan duniawi. Dalam surah al-kahfi (18): 19, dinyatakn: dan berkatalah salah seorang dari mereka,”berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi ? ”mereka  menjawab,”kami tinggal (dibumi)sehari atau setengah hari”

 

Kisah si pemalas dengan abu hanifah

Suatu hari ketika imam abu hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, “aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik.”

Mendengar keluhan itu, abu hanifah merasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sampailah ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi uang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Pada itu, si malang merasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi uang dan secebis kertas yang bertulis, ” hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan allah dan cubalah bermohon kepada-nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus.”

Pada keesokan harinya, imam abu hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, “ya allah tuhan yang maha belas kasihan dan pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kemarin,sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku.”

Mendengar keluhan itu lagi, maka abu hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi uang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.

Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya, “hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian ‘malas’ namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan allah. Sungguh tidak redha tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan allah. Insya allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan cepat sukses.”setelah dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sadar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha.pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (sunnah) dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu.

Dalam islam tidak ada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju ke depan dan bukan mengajar kita tersandar di tepi jalan (pengangguran).

 

 

begitulah halnya dengan ibadah, kita ingin masuk surga tetapi tidak pernah melakukan kebaikan.

Memenejemen waktu yang paling sederhana menurut soni ariawan dalam acara kammi unram training pengembangan diri (TPD) ahad, 2 juni 2013 waktu 07.00-18.00 wita bertempat di aula d3 ekonomi universitas mataram. Dengan tema” Lejitkan Potensi, Raih Prestasi, Mantab Mengatur Diri”

Soni ariawan adalah orang yang sangat berpengaruh di universitas mataram. Beliau adalah salah satu MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi) tahun 2011, dan Ketua Bem Unram. Beliau Aktif Diberbagai Organisasi Diantaranya” Pena Kampus, Argumen, Bem Fkip, Bem Unram, Ldk, Dan Kammi, serta masih banyak lagi organisasi yang beliau ikuti, namun hanya itu yang saya tahu mengenai beliau.

Waktu acara TPD KAMMI UNRAM kemarin, kita diajarkan bagaimana mengatur waktu yang baik.

Pertanyaan beliau waktu itu sangat menyentuh hati setiap peserta yang menghadiri acara tersebut, sebelum bertanya, soni ariawan memulainya dengan cerita, cerita seorang mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas makalah karna merasa sibuk ikjut organisasi.

Waktu mahasiswa itu ditanya oleh dosennya “ kenapa tugas kamu belum kamu kerjakan” mahasiswa itu menjawab “ ma’af pak, saya sibuk karna organisasi” 

Masyaallah, ternyata ada mahasiswa yang lebih sibuk dari dosennya.

Nah pembaca budiman, itu poin singkat dari cerita akhy soni ariawan yang dapat saya uraikan, namun jelas, singkat, padat dan mengena.

Organisasi memang bagus, namun lebih bagus lagi jika kulyah juga diutamakan tanpa mengganggu organisasi. Begitupun sebaliknya, organisasi juga perlu namun jangan menggangu kulyah.

Langsung pertanyaan ditujukan kepada semua peserta tpd kammi unram,

 “apa kesibukan antum/antunna sehingga tugas seperti itu tidak sampai dikerjakan”?

“ apa kesibukan kalian sehingga tugas kulyah kalian terbengkalai”?

“coba antum/antunna uraikan dibuku kertas kalian, apa kesibukan kalian mulai dari bangun sampai tidur lagi “?

“cobak uraikan apa kesibukan kalian? Berapa sih banyaknya kesibukan kalian itu?

Semua terdiam tanpa ada yang bicara, namun setelah akh soni ariawan memancing-mancing peserta untuk mengeluarkan pendapat mereka, akirnya ada peserta yang angkat tangan, “ ada yang mempunyai kesibukan lebih dari 5 kesibukan ? Peserta itu bilang ada, saya,”saya kulyah,organisasi, makan, tidur, dan facebook.

Semua tertawa. Kembali soni ariawan memuji peserta dan memberikan pertanyaan lagi, “bagus, terus siapa lagi yang mempunyai kesibukan yang lebih dari 8 kesibukan, ada yang jawab,” saya” kata salah satu peserta, saya mempunyai 8 kesibukan diantaranya adalah: kulyah, makan, organisasi, tidur, baca buku, facebook, syurok, dan ikut training.

Soni ariawan kembali bertanya, “ siapa lagi yang mempunyai kesibukan lebih dari 8, 9, 10, 11, 12, 13,.. ?

Semua terdiam, soni ariawan kemudian mengatakan,”kalian itu tidak bisa menyebutkan kesibukan kalian, karna kalian masih belum mengatur waktu kalian dengan baik, kok bisa tugas kalian gak dikerjakan ?

Beliau mengatakan “kalian harus menulis semua kesibukan kalian mulai dari hal sekecil apapun, karna semua itu masih dalam pikiran anda. Itu sebabnya kalian tidak bisa menjawab pertanyaan karna kalian tidak menulisnya, “

Ikhwafillah, itulah sedikit motivasi yang bisa saya kutip dari kata-kata soni ariawan.

“seperti kata pepatah yang mengatakan,ikatlah ilmu itu dengan menulis”

Minimal kalian bisa menulis kegiatan atau kesibukan itu sebanyak 20 jenis kegiatan, kemudian bawa setiap hari, taruh disaku kalian sebagai panduan kalian agar waktu kalian tidak habis terbuang percuma.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah menulis semua kegiatan kalian diantaranya adalah: kalian harus tahu mana kegiatan yang “penting mendesak”, mana kegiatan yang penting tidak mendesak, mana kegiatan yang tidak penting tapi mendesak, mana kegiatan yang tidak penting tidak mendesak, dan mana kegiatan yang penting dan tidak penting, itu semua harus dicentang, dikasih tanda supaya kalian tidak salah langkah dalam menentukan sikap.

Baik ikhwafillah, mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, sebenarnya masih banyak lagi yang harus saya sampaikan namun waktu yang tidak memungkinkan untuk menulis begitu banyak yang terfikirkan, tapi mudah-mudahan tulisan yang sedikit Gambarini menjadi motivasi dan hikmah yang bisa diambil dan dijadikan pelajaran sebagai bekal didunia dan akhirat kelak,. Segala yang baik itu hanya dari allah, dan yang salah itu dari saya sendiri. Akhir kalam saya ucapkan banyak terimakasih, dan jikalau ada tulisan yang membuat pihak merasa tidak enak, mohon dimaafkan.

wAssalamualaikum

Sumber:

Manajeman Waktu Islam

Training Pengembangan Diri (TPD) KAMMI UNRAM

Dipublikasi di islami

“wanita agen perubahan”

WANITA AGEN PERUBAHAN

Wanita itu agen perubahan. Kalau tak percaya, bagaimana nasib Bangsa Yahudi jika Musa tak diadopsi ‘Aisyiah, istri Fir’aun? Siapa yang berandil ‘memperkenalkan’ Sumur Zam-Zam kepada kita jikalau Siti Hajar tak membawa Isma’il berlari-lari hingga lelah? Siapa yang mengandung ‘Isa hingga ia harus bersembunyi melahirkannya karena telah dituduh berzina kalau bukan Maryam? Siapa yang pertama beriman dan masuk Islam setelah Muhammad diangkat sebagai Utusan Allah kalau bukan istrinya sendiri, Khadijah? Siapa pula yang berandil melahirkan para pembaca kalau bukan ibunya? Mereka semua adalah wanita, membawa pencerahan kepada umat dari kegelapan nan suram.

Maka kiranya kita sepakat, bahwa wanita memanglah agen perubahan. Namun perubahan tak selalu baik, maka kita juga patut meneladani para agen perubahan ini merubah dunia menjadi sangat ingin dilupakan. Ingatlah siapa yang mendidik anak Nuh menjadi kufur kepada ayahnya! Ingatlah siapa keluarga Luth yang ikut diadzab Allah saat peristiwa hujan batu di bumi Sodom dan Gomorah!

Memang peran lelaki kepada wanita dalam rangka ke jalan mana ia mendidik tidak bisa dikesampingkan. Namun para pria tetaplah ‘bergantung’ kepada para wanita. Di samping siapa yang melahirkan dan menyusui, wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anak, penasihat pribadi bagi suaminya, dan orang yang lihai dalam multi-tasking (melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu).

Maka para pria memang diperintahkan mencari jodoh yang baik, agar memiliki keturunan yang baik pula.

“Nikahilah wanita karena 4 pekara: karena hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan karena agamanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain lebih spesifik lagi, “maka nikahilah wanita karena agamanya”. Hingga sekarang, bagi kaum Muslimin memang ini menjadi standardisasi calon istri idaman. Sudah kaya, cantik, subur, sholihah pula. Siapa yang tak tergila dengannya. Namun tetaplah agama yang baik adalah kriteria utama, karena kesempurnaan cinta dan keutuhan rumah tangga, terletak di sana. Ummu warobatul bayt hanya bisa dijalankan dengan baik oleh si Muslimah sholihah, bukan sembarang wanita. Karena itulah dibutuhkan seorang istri yang pandai bahu-membahu dengan suaminya membina rumah tangga. Karena masa anak-anak kelak, sangat bergantung bagaimana orang tuanya. Dalam hal ini, seorang ibu memang sangat berperan penting. Karena memang hadirnya seorang anak ke dunia, berasal dari rahim sang ibu. Pengemban dakwah yang baik, akan lahir dari keluarga yang senantiasa takut kepada-Nya.

Ada yang bilang, di belakang seorang pria sukses, ada wanita hebat pula di belakangnya. Tak bisa dipungkiri memang, walau tak selalu benar. Jika ingin anak yang pintar, ibu yang pandai mengajar adalah kuncinya. Seorang ibu adalah orang terdekat bagi anaknya saat masih kanak-kanak. Agar tak lepas kendali saat dewasa, maka lindungilah sejak dini. Siapa lagi yang berperan melindungi anak jika bukan seorang ibu? Mungkinkah ayahnya membawa si anak ke tempat kerja setiap hari? Maka dari itu dapat disimpulkan, kesuksesan seseorang, baik pria maupun wanita, pasti ada wanita berperan di sana. Ibu yang baik berperan dalam kesuksesan anaknya. Istri yang telaten, berperan besar bagi kesuksesan suaminya. Maka janganlah sekali-kali meremehkan wanita. Ingatlah siapa yang melahirkan, menyusui dan membesarkan kita, itulah sebabnya mengapa wanita yang menjadi “kuncinya”.

BERJILBAB

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.

Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.

Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul/udel terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada indah/montok menantang!”

Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.

Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk menikmati “aset berharga” yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih…dan lebih lagi.

Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan! Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?

Kata pak ustad .. di lihat itu boleh ,, tp jangan sampai di masuk kan ke dalam hati ..

itu namanya rezeki berjalan ,,, jadi kalau gak di lihat ya mubazir … di lihat ya gak ada salahnya ,,

haaa betul apa salah ya

So, saudaraku muslimah berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.

tambahin dikit ya..

Tapi sekarang banyak cewek yang berjilbab tapi pakaianya buju buset.. ketat banget. lekuk tubuhnya kelihatan ya sama aja masih bikin jantung dag dig dug.

buat jilbabwati2 dan yang belum berjilbab dan yang sudah berjilbab tapi baju dan celananya masih ketat, dirubah ya dikit demi sedikit pakaianya yang longgar. Jangan sampai lekuk tubuhnya kelihatan. Dianjurkan jilbabnya yang nutupin dada. insya’allah tambah menyejukkan pandangan kaum lelaki.

Dipublikasi di islami

“Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan”

“Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan”
“Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad & At-Tabrani)
Saudaraku seiman yang saya cinta karena Allah SWT, tidak terasa bulan suci, bulan magfirah, bulan penuh rahmat, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat lailatul qadr yang dinanti-nati sudah dihadapan mata. Hanya hitungan hari menuju bulan mulia itu. Karena kemuliaan dan spesialnya bulan tersebut maka sudah seharusnya kita sebagai ummat Islam mempersiapkan diri dan keluarga.
Persiapan disini kami maksud bukan hanya menunggu datangnya bulan Ramadhan. Tetapi persiapan disini adalah mempersiapkan bekal untuk bekal di bulan Ramadhan. Tujuan mempersiapkan bekal ini bermaksud untuk mengoptimalkan ibadah kita pada bulan yang didalamnya terdapat malam lebih dari 1000 bulan. Ada beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan antara lain adalah sebagai berikut:
Pertama, Persiapan Ruhiyah. Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).
Ibadah lain juga harus dipersiapkan seperti perbanyak tilawah, qiamulail, shalat fardhu bejamaah di masjid, al-ma’tsurat kubra pagi dan petang. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Sya’ban kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa warming up sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu sudah menjadi hal yang biasa.
Orang sadar maupun yang tersadarkan memahami bahwa mempersiapkan keimanan itu bukan hanya pada bulan Sya’ban ini saja. Tetapi dipersiapkan disetiap hari, namun pada momentum ini diharapkan untuk meningkatkan persiapannya. Bulan Sya’ban ini juga bisa dikatakan sebagai bulan batu loncatan untuk optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan nanti.
Kedua, Persiapan Jasadiyah. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.
Ketiga, Persiapan Maliyah. Persiapan harta ini bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
Keempat, Persiapan Fikriyah. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.
Oleh karena itu, ketika orang mau beramal tentulah harus mempunyai ilmu, jika tidak bisa-bisa akan menjadi banyak kerusakan. Cara untuk mempersiapkan ini antara lain dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntutan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, dan juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Demikian tips persiapan untuk menyambut bulan ramadhan, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam bishawab

Khotbah Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Ramadhan. Seperti biasa, khotbah Nabi itu singkat tetapi menyentuh hati.Nabi menyampaikan pesan keutamaan dan keagungan bulan suci Ramadhan dan pesan moral lainnya. sebagai berikut :

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta`ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.“Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.“Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.
Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.“Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .
Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
Kaum muslimin yang budiman, dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini, marilah kita menghayati dan mengamalkan pesan rasulullah ini, dan kita jadikan motifasi yang kuat dalam jiwa kita untuk melaksanakan ibadah puasa/qiyamusshiyam,serta untuk meningkatkan qiyamu Ramadhan dengan mengoptimalkan dengan segala macam amalan wajib maupun sunnat.

Gambar | Posted on by

Ketika Perasaan VMJ Itu Hadir:

Ketika Perasaan VMJ Itu Hadir:

Ketika Perasaan VMJ Itu Hadir:

Ilustrasi. (kawanimut)
Keindahan malam dan sayup-sayup lantunan surah Ar-Ruum memberi motivasi untuk mengurai, menjelaskan, melukis, merangkai, merangkum, menyatu kata menjadi kalimat tentang perasaan itu hadir. Kita pasti pernah merasakan cinta atau pesona dengan makhluk Allah, terkadang perasaan itu hadir membuat kita bingung, pusing, galau, gelisah, dan bertanya pada diri sendiri. itu ungkapan dari salah seorang kiriman didakwatuna.
“Antara ungkapkan perasaan dan bunuh perasaan”
Nah ketika perasaan itu hadir apa tindak lanjutnya? Bagaimana sikap kita? Seperti apa respon kita? Apakah kita harus membunuh perasaan tersebut? Apakah perasaan tersebut membuat kita tak semangat? Apakah perasaan tersebut menjadi pribadi galau atau gelisah? Seperti bahasa D’Masiv “Cinta ini membunuhku” 🙂 wah tulisan ini agak sedikit menyentuh hati in.
Sedangkan cinta adalah fitrah yang berlaku atas makhlukNya dan cinta pesan agung Allah pada manusia. DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNya di atas Arsy. Seperti pemilik cinta jelas dalam surah Ar-Ruum: 21:
“…dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Selanjutnya ungkapan familier pak Romi Satrio Wahono dalam buku beliau (dapat apa sich dari Universitas),“Janganlah kalian mengejar cinta. Jadilah legenda yang penuh dengan prestasi dan manfaat untuk orang lain, maka cinta akan silih berganti mengejar kalian. Dan ketika masa itu datang, pilihlah takdir cintamu, kelola cintamu, atur kadarnya, arahkan posisinya, dan kontrol kekuatan cinta sesuai dengan tempatnya”
Jadi perasaan itu tidak perlu kita matikan, tidak perlu kita bunuhkan, tidak perlu kita musnahkan, tidak perlu kita kejar-kejarkan, buru, dan cinta itu perlu kita kelola dalam wadah yang baik dan kesucian nilai.
Namun tidaklah mudah untuk menjaganya dan mengelola perasaan itu seperti membalik telapak tangan apalagi mengelola perasaan pada masa sekarang karena begitu ribuan godaan, rayuan, dan bisikan syetan maupun nafsu untuk menangkapi, merespon atau meletak perasaan di tempat nan salah sehingga salah mengekspresikan perasaan kita.
Insya Allah banyak cara menuju roma hanya dibutuhkan azzam, tekad, niat, keinginan, dan kesabaran untuk menjaga hati menjadi hati yang perawan. Mari kita alih perasaan kita dan mengelola perasaan dengan berbanyak dzikir, mengaji, bermanfaat untuk orang lain dan menyibukkan menjadi pribadi berilmu.
Ketika telah berazzam dan bersungguh-sungguh menjaga perasaan tersebut hanya mencintai Allah maka akan berlaku pula pertolongan Allah untuk memudahkan setiap urusan kita dalam menjaga dan menemu perasaan yang halal.
Jadikan itu sebagai pondasi memotivasi kita untuk senantiasa mengelola cinta menuju arah yang lebih baik dan tauti selalu hati kita dengan Allah Azza wajalla
Mari kita lantunkan doa pernah dilafazkan Sayyid Qutb dalam denyut perasaannya, “Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada Mu….maka kokohkanlah. Ya Allah ikatkanlah, kekalkanlah cintanya.”
Semoga kita termasuk hamba Ilah yang mampu menjaga, mengelola, dan menata perasaan hingga waktu Allah pertemukan kita dengan hamba Allah yang pantas untuk kita miliki perasaannya dan mari kita komitmen bangun perasaan kita hingga perasaan kekal hingga surga

Gambar | Posted on by

BIDADARI DUNIA

Kuawali hariku dengan mendoakanmu agar kau salau sehat dan bahagia kau disana. Sebelum kau melupakanku lebih jauh, sebelum kau meninggalkanku lebih jauh. Kutak pernah berharap kaukan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini, kuhanya ingin bila kau melihatku kapanpun dan dimanapun kau berada hatimu kan berkata seperti ini, pria inilah yang kanselalu jatuh hati padamu , pria inilah yang kan slalu memujamu begitu.

Akulah orang yang kan slalu mengawasimu, menikmati indahmu dari sisi gelapku, dan biarkan aku jadi pemujamu. jangan pernah kau hiraukan hatiku tenanglah tenang pujaan hatiku. sayang, aku takkan sampai hati bila menyentuhmu.

Mungkin kautakkan pernah tahu, betapa mudahnya kau tuk dikagumi. Mungkin kautakkan pernah sadar , betapa mudahnya kau tuk dicintai. Karna hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu kupertahankan hidup, maka hanya dengan jejak-jejak hidupmu ada arti kutelusuri hidup ini selamanya, selamanya hanya kubisa memujamu, selamanya hanya kubisa merindukanmu.

Saat aku lanjut usia, saat ragaku terasa tua, tetaplah kau slalu disini menemani aku disini bernyanyi. Saat rambutku mulai rontok, yakinlah ku tetap setia, memijit pundakmu hingga kau tidur terlelap. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. saya tidak tahu apakah nanti saya akan punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih tinggal rumah dirumah orangtua saya. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak, bangun rumah sendiri, ataukah tinggal dirumah orang tua saya selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya.

Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya.

Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

 Gambar

Dipublikasi di islami

  Rubrik: CerpenJudul: MEMFORMAT MASA LALU, MENDESAIN MASA DEPAN ”jadi salah tingkah”

Gambar

Rubrik : Cerpen
Judul

: MEMFORMAT MASA LALU, MENDESAIN MASA DEPAN

 jadi salah tingkah

karya : Hairul anam

MEMFORMAT MASA LALU, MENDESAIN MASA DEPAN

”jadi salah tingkah”

Melalui tulisan ini saya ingin mencoba membagi cerita tentang hidup saya kepada pembaca yang mulia. Semoga dengan kata-kata ini bisa sedikit meringankan beban dalam hati saya. kisah ini adalah sebuah sejarah kecil diera itu.

“selalu ada beda antara hati-hati dan ragu-ragu,

hati- hati adalah keberanian melangkah  dengan menyadari bahaya. Sedang ragu-ragu adalah pada dasarnya kita tak memiliki keberanian untuk melangkah.

Selalu ada beda antara Yakin Dan Nai’f.

Yakin adalah semangat hati yang bersamai kebenaran. Sedangkan naif adalah hawa nafsu yang dicarikan pembenaran”

Begitulah kurang lebih yang saya kutip dari tulisan ust. SALIM A. FILLAH dalam kumpulan tweetnya dari akun @salimafillah yang berjudul “ menyimak kicau merajut makna

Dari kutipan diatas, saya terinspirasi untuk membuat cerpen yang berjudul MEMFORMAT MASA LALU MENDESAIN MASA DEPAN “jadi salah tingkah”

Share sedikit ya …??

Hari itu ;berdenyut lancar jantung dan nadi, tapi zikir dihati sedikit sekali, semoga allah mengampuni.

Hari itu; sejuk, Segar, dan nafas pun lancar, tapi kesalihan tak banyak terpancar, semoga allah mengampuni.

Hari itu; bergerak kian kemari, berbuat ini dan itu; entahlah apakah sudah membaikkah buat orang lain,atau bermanfaatkah buat sesama atau bermanfaatkah bagi diri sendiri, saya masih belum tahu. tapi semoga allah mengampuni.

Salah tingkah….

Teringat waktu saya lagi mengadakan rapat, (upssttt)!! Maksud saya surok

Waktu itu kami mengadakan surok BPH di masjid BA’ABUL HIKMAH UNIVERSITAS MATARAM.

Waktu itu saya adalah salah satu moderator yang memimpin jalannya surok. Surok BPH ( Badan Pelaksana Harian ) adalah surok / rapat yang diadakan oleh suatu oganisasi yang dimana disana membicarakan mengenai program kerja masing-masing Dept. Untuk mempersentasikan keadaan anggota mereka dan menyampaikan program kerja terdekat mereka. Pukul 14.00 siang, waktu itu persentasi  dimulai dari dept. Kaderisasi, dan dilanjutkan oleh Dept. Mentoring, kemudian dilanjutkan lagi ke Dept. SYIAR selanjutnya Dept. PSDK, Biro USARI, Biro KESTARI dan terakhir saya yang persentasikan keadaan Dept. saya yaitu Dept. KOMPI.

Nah, setiap Dept. Pasti ada saja kekurangan, baik itu kenapa stafnya pada menghilang, kenapa program kerja ini tidak terlaksana, kenapa terjadi miss komunikasi dengan staf atau para CO. Ikhwan/akhwat;. kita dibantai habis-habisan oleh para akhwat-akhwat waktu itu. Kita dikritik habis-habisan sama mereka. tapi kita tak mendebatkannya… sehingga dalam hati timbul penyataan saya waktu itu “ berarti kita masih tetap saja kesulitan, sulit untuk saling memahami”

saya ingin bertanya sama kalian semua; hari-hari seperti itu, jika kita masih saja kesulitan untuk saling memahami, apa resep yang paling sederhana untuk melatihnya … ???

ayo segera jawab, saya tunggu jawabannya..”

Salah tingkah…

Terdengar suara wanita yang berbicara, berdesas-desis, sesekali suara lantang terdengar dibalik hijab, dibalik tabir  itu. saya tidak memperdulikaan apa yang mereka bicarakan waktu itu. saya hanya fokus untuk mempersentasikan keadaan di Dept. KOMPI.

Saya tidak banyak bicara waktu itu, saya hanya mempersentasikan keadaan yang sebenarnya terjadi di Dept. KOMPI yang diamanahkan ke saya. Setelah saya persentasi, walau dengan bahasa yang rancu yang tidak bisa dipahami oleh mereka, yang mungkin bahasanya kesana kemari tidak mereka mengerti. ma’af ya,, sekali lagi ma’af karna masih belum terbiasa dan masih malu-malu sama kalian semua, sehingga waktu itu saya jadi salah tingkah gak tahu mau ngomong apa.

setelah persentasi itu selesai, langsung ada kritik-kritik pedas terdengar di telinga ,dan terdengar suara dibalik hijab itu. Saya hanya mendengarkan nasehat-nasehat mereka , keritikan-kritikan mereka yang cukup pedas namun bagus untuk direnungi. Sebenarnya saya orangnya “ pendiam ” tak banyak bicara , hhehee … J.

jadi saya diam saja tanpa ada komentar dan tanggapan yang keluar dari mulut saya waktu itu.

dalam hati berkata, Waduuuhhhhh.. Memang, mereka adalah akhwat-akhwat yang tangguh. Hick..hickk..hick.. J

kejujuran

Tempat yang paling aman untuk bersembunyi adalah ruang kejujuran. Tempat yang paling nyaman untuk lari adalah lapangan pertaubatan. Jujur,  sebenarnya saya selalu salah tingkah ketika bicara didepan mereka yaitu para “akhwat”.

Didalam benak saya terlintas dan terfikirkan bahwa; ” kenapa saya jadi seperti ini ya …???”

akhir-akhir ini, saat masuk di organisasi ini ya, kalau sama cewek kok seperti ini, aduuuuuuhh..L selalu jadi salah tingkah, mungkin ini yang namanya dekapan ukhwah, atau mungkin ini yang namanya menjaga pandangan, atau mungkin ini yang disebut dengan iman ataukah ada sebutan lain …. ?????! AYO BANTU, saya tidak punya kosa-kata lagi yang semisal  kata-kata diatas.

persaudaraan

ketika kubaca firman Allah mengenai persaudaraan “sungguh tiap mukmin bersaudara”

saya ingat pertemuan pertama kita para akhy wa ukhti tersayang.

Di training kepengurusan dalam setengah hari itu, saya telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan, dan sumpah bersama kita, Dan itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra dengan iman yang menyala, kita telah mufakat meski lisan belum saling menyebut nama, dan tangan belum berjabat.

kalian tahu para ukhti-ukhti yang imut-imut,… J ? apa yang saya rasakan selama mengikuti organisasi kerohanian ini ..??

ternyata disana banyak sekali aturan yang saya terima meski aturan itu tidak langsung diucapkan secara lisan oleh mereka. saya tahu dari sikap para ikhwan terhadap para akhwat. disana ternyata harus menjaga pandangan kalau sama wanita, tidak boleh ngobrol berdua-duaan sama bukan muhrim ditempat sepi, tidak boleh berjabat tangan sama bukan muhrim.  jujur, saat itu keakraban mulai merapuh bagi saya, saat salam terasa menyakitkan bagi saya, saat kebersamaan serasa siksaan bagi saya, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai.

astagfirullah… !!

mudah-mudahan dengan apa yang menjadi rambu-rambu itu, kita bisa jaga sehingga terjalin semangat kebersamaan.

saya baca firman persaudaraan wahai akhy wa ukhti tersayang. Dan aku makin tahu, mengapa dikala lain diancamkan; “ para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain… kecuali orang yang beriman.

Tapi mudah-mudahan semua itu akan ada hikmahnya, semoga aturan-aturan dan rambu-rambu seperti itu menjadi doa, dan bekal untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Alangkah ridunya saya ingin mencintai kalian semua dengan cinta karna Allah, bukan cinta karna nafsu. Alangkah inginnya saya memperlakukan kalian dengan perlakuan Allah, bukan perlakuan setan yang dibenci Allah. Alangkah berharapnya kita bisa bergaul dengan akhlak yang disenangi Allah, bukan pergaulan dan akhlak yang dilarang, dan dibenci Allah. Saya ingin menatap kalian dengan tatapan rahmat Allah bukan tatapan yang mengundang nafsu yang dilarang Allah.

saya ingin menggandeng kalian dengan tangan hidayah Allah, bukan dengan kemurkaan Allah.

ada kalanya kita seperti dua mata tak pernah berjumpa tapi selalu sejiwa.

kita menatap ke arah yang sama walau tak berjumpa, mengagumi pemandangan indah dan berucap subhanallah

kita bergerak bersama walau tak berjumpa, mencari pandangan yang dihalalkan menghindar dari yang diharamkan, dan berucap; astagfirullah.

kita menangis bersama walau tak berjumpa dalam kecewa, sedih, ataupun gembira, duka dan bahagia dan tetap berucap; alhamdulillah

kita terpejam bersama walau tak berjumpa memberi damai sambil berucap; laa haula wa laa quwwata illa billaah..

tapi kita perlu menjadi dua tangan berjumpa dalam sedekap sholat berjamaah menghadap Allah

tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan yang berjumpa dalam membersihkan segala kotoran dan noda dari badan.

JUJUR, Sebelum saya masuk di organisasi kerohanian ini, saya adalah orang yang urak-urakan atau bisa dibilang waktu itu zaman jahiliyah. ibadah berantakan, kewajiban tak utuh, sunah-NYA tak tersentuh. mungkin kalian beranggapan kenapa bisa urak-urakan …??

kalau seperti itu, pasti orang tua tidak mengajarkan agama kepada anak-anaknya”. tapi kalian salah kalau beranggapan seperti itu, itu  tidak benar.

Ini bukan salah orang tua saya, tapi ini adalah salah saya sendiri yang tidak mendengarkan nasehat mereka, dan saya adalah orang yang cuek pada waktu itu, cuek gak mau dengerin apa kata orang lain terutama orang tua sendiri .

Cerita sedikit ya mengenai keluarga saya.

Tapi, sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya harap kalian berprasangka baiklah kepada sesama terutama pada“SAYA”.

Tugas kita adalah berbaik sangka. Bahwa yang seringkali kita anggap sebagai musibah, mungkin saja bukanlah musibah itu sendiri. Bahwa yang seringkali kita anggap sebagai penderitaan, bisa jadi adalah pertolongan Allah dari jalan yang tidak kita duga-duga, dan tidak kita sangka-sangka. Dan bahwa kalaupun nantinya ceritanya tak suci, tapi kita tetap bisa mendapat kebaikannya dengan prasangka baik.

Baik, mari kita berhitung untuk mulai bercerita.

satu,. dua, .tiga, mulai..,,,,, J J J,

Saya terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Kehidupan keluarga kami terbilang sangat pas-pasan.

Mengenai masalah agama, kami hidup di lingkungan islami. orang tua saya terutama ayah saya adalah guru ngaji di Mushola di Desa tempat saya tinggal, ayah saya yang kadang bekerja disawah pada musim-musim tertentu, tapi setelah musim berganti, ayah kebanyakan nganggur.

Dan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang kerjaannya cuma keliling kesana kemari berjualan pakaian yang penghasilannya tidak menentu. Mereka adalah orang tua yang sangat baik dan sayang terhadap anak-anaknya. ya allah semoga kau meridhoi mereka semua.. aminnn,.

keluarga islami tak membuat saya untuk menjadi anak muslim yang sebenar-benarnya. sewaktu masa SMA, saya tidak bergaul dengan seumuran saya, karna saya menganggap mereka hanya anak yang masih kecil dan sikapnya masih kekanak-kanakan, sehingga saya lebih memilih bergaul dengan teman yang lebih dewasa usianya dari pada saya, dan malah pernah pacaran sama yang usianya lebih tua dari saya. dan berkelahi saja sama yang lebih tua usianya juga pernah. pergaulan inilah yang pada akhirnya membuat saya menjadi anak yang bandel, tidak taat kepada orang tua. itu mungkin karna pergaulan yang menjadikan saya menjadi pribadi yang urak-urakan, cuek waktu itu, yang tidak mengindahkan nasehat mereka (ORTU).

Astagfirullah….

“Ya allah ampunilah dosa saya dan ampunilah mereka (ORTU), sebagaimana mereka menyayangi saya waktu kecil…

Ya allah, ampunilah jikalau saya sering mendzoliminya…

Ya allah, ampunilah jikalau saya sering melukai hati mereka..

Aminnn,.. Ya robbal alamin.”

Sesungguhnya seorang anak dengan tabiatnya senantiasa haus untuk ingin tahu, senang bertanya tentang segala sesuatu yang tidak diketahuinya.  Ia tidak mampu merenung dan berfikir dan tidak mampu menyembunyikan pertanyaannya. Bahkan cendrung segera bertanya kepada ayah atau ibunya untuk mendapatkan jawaban yang secara benar secara cepat. Namun berbeda dengan saya, saya malah kebalikan, dan bertolak belakang dari seorang anak yang dicontohkan diatas.

Namun saya sadar, orang tua adalah salah satu cinta yang menginspirasiku untuk menjadi seorang pemuda yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi pribadi muslim yang insyaallah mencari jati diri yang sebenar-benarnya jati diri, dan pada akhirnya saya berfikir harus berubah setelah memasuki bangku kulyah ini.

Jauh sebelum itu, jauh sebelum saya pada akhirnya memberikan cintaku, dan sebagian dari helaan nafas hari-hariku untuk dakwah ini. Jauh sebelum itu semua, saya adalah sosok yang selalu merasa resah, merasa tak punya kepastian untuk berpijak, merasa canggung dengan hal baru yang tidak pernah kujumpai sebelumnya, atau merasa dunia ini tak adil karena aku belum juga bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk diriku dan orang lain.

Kutatap masjid, kutatap masjid itu yang menjadi tempatku mencari pengetahuan mengenai islam, salah satu UKM disana mengadakan kajian setiap hari selasa, hari rabo, dan malam jum’at yang mudah-mudahan sekiranya kelak saya harap bisa membuatku bertahan dari dunia yang semakin gak karuan ini. Tidak ada yang berubah, sama seperti setahun lalu ketika saya menginjakkan kaki saya disini, ketika kemudian saya harus mendapatkan gelar aktivis dakwah intelektual. Ah, intelektual …. Saya selalu saja ngeri ketika mengingat sebutan itu. Karna saya ngerasa masih belum pantas menyandangnya karna masih merasa kurang baik akhlak, tingkah laku, serta perbuatan dan ucapan. Beban ini rasanya terlalu berat.

Tapi, Teringat kisah Ust. Jefri Albukhori yang konon ceritanya sebelum menjadi seorang Ust. adalah seorang yang mempunyai kehidupan yang kelam juga, pernah terjun kedunia kegelapan yaitu zaman jahiliyah. saya harus mengikuti jejak perjuangan dakwah beliau untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dan saya yakin dengan amanah yang saya emban ini, insyaallah ini yang akan menjadi bagian penting saya dalam membangun ketahanan diri menghadapi segala tantangan. Gabungan antara norma-norma keislaman dengan pengalaman nyata. Ruang tempat kita bercermin dan belajar dari kisah perjalanan hidup yang membawa sejuta hikmah, dari mereka yang tidak pernah berhenti memperbaiki diri.

Rasa maluku masih terus membara, namun dakwah harus terus berjalan.

saya harus ciptakan diri untuk selalu bermanfaat bagi orang lain karna Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. [HR. Tirmidzi]

Dan Menghamba pada yang Maha Mulia niscaya akan mulia, menghamba pada yang hina niscaya akan terhina. [Abu Bakar Ash Shiddiq]

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Ali Imran: 191]

Usaha yang keras dan berdoa yang tekun, baru kita tawakal kepada Allah SWT. [Muhammad SAW]

ayo ikhwan/akhwat, dan teman-teman semua, mari kita merajuk masa depan cerah dengan menjadi kader dakwah yang akan mengguncang dunia. persiapkan langkah kita, mari berpangku, bersama-sama menyusun saf sehingga menjadikan, mendirikan, dan membentuk tembok- tembok dakwah yang kokoh dan kuat.

cerit-cerita tentang kekonyolan diri saya yang saya sampaikan dengan jenaka ini, tentu saja membuat antum/a tertawa, ataupun kasihan. tapi saya tahu ada ‘ibrah-‘ibrah berhikmah yang coba saya sampaikan. saya hanya besukur dan mengucapkan terimakasih dengan cara yang santun. saya merasa sangat tersanjung dalam ketidak pantasan saya, yang ketika diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan berbicara dengan kalian semua.

izinkan saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ayahanda, ibunda, dan antum antumna sekalian yang bersedia mendengarkan saya yang bodoh dan kurang wawasan ini. saya bersyukur sekali telah dianugrahi kesempatan untuk belajar pada kalian semua, terutama pada ayah yang telah berkenan menunjukkan kelemahan-kelemahan saya. terimakasih kepada teman-teman para akhwat dan ikhwan semua yang telah membimbing saya memahami masalah. mudah-mudahan masalah yang kita bahas ini ada hikmah lebih dalam yang kita bisa ambil. walaupun hikmahnya berada didalam sedalam samudra, walaupun lebih tajam setajam silet, dan yang pasti mudahan menjadikan hidup lebih bermakna lagi.

sumber: Buku SALIM A. FILLAH dalam kumpulan tweetnya dari akun @salimafillah yang berjudul “ menyimak kicau merajut makna”.

best seller, SALIM A. FILLAH ”dalam dekapan ukhwah

Perpustakaan Al-Isrok MT AL-KAHFI, FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MATARAM, “catatan perjalanan”.

Majalah AL –INTIMAQ,” jalan kembali ke pusat kendali”,

Sampingan | Posted on by